Jakarta, CNN Indonesia -- Keributan yang berujung pada perusakan sebuah warung di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang melibatkan prajurit TNI Angkatan Darat, telah mencapai kesepakatan damai. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi hal tersebut pada Rabu (6/5).
Menurut Iptu Erlyn Sumantri, Kasie Humas Polres Jakarta Pusat, kesepakatan damai dicapai melalui proses mediasi. Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan tidak menuntut ganti rugi. "Enggak ada tuntutan ganti rugi, hanya masing-masing tidak saling menuntut dan saling memaafkan serta tidak mengulangi perbuatannya," jelas Erlyn.
Sebelumnya, sebuah video yang viral menunjukkan keributan di warung di kawasan Sumur Batu, Kemayoran. Keributan ini diduga melibatkan prajurit TNI dan penjaga warung. Kadispen TNI AD, Brigjen Donny Pramono, menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman saat transaksi belanja. Ia menyebutkan bahwa prajurit TNI AD yang terlibat, Sertu AW, mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis di RS Hermina Kemayoran.
Donny juga menambahkan bahwa kerusakan yang terjadi di warung merupakan bagian dari rangkaian kejadian yang memanas. TNI AD berkomitmen untuk memproses setiap prajurit yang terlibat sesuai dengan ketentuan yang berlaku jika terbukti melakukan pelanggaran.
Kesepakatan damai ini menunjukkan upaya kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan tanpa melanjutkan konflik lebih lanjut. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau oleh pihak berwenang.