BWF Shuttle Time pekan ini menyoroti perjalanan Cristina Maria Sirbu, seorang atlet bulu tangkis muda dari Rumania. Kisahnya dimulai pada tahun 2013 ketika ayahnya membawanya ke toko Decathlon di Timisoara, yang tidak disangka-sangka menjadi titik awal kariernya di bulu tangkis. Meskipun sebelumnya ia aktif dalam berbagai olahraga seperti tenis, bola basket, dan renang, pengalaman di toko tersebut mengubah arah hidupnya.
“Dulu saya sering pergi ke toko (Decathlon) karena ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan anak-anak,” ungkap Sirbu. “Anda bisa bersepeda, atau melompat di trampolin, atau melakukan apa pun yang Anda inginkan. Ayah saya sering mengajak saya ke sana karena saya sangat menyukainya. Jadi ketika saya pergi ke sana pada tahun 2013, ada acara di mana beberapa pemain bulu tangkis memamerkan kemampuan mereka (tertawa) dan saya sangat menyukai apa yang saya lihat.”
Awal Mula Ketertarikan di Bulu Tangkis
Awalnya, Cristina merasa ragu untuk bertanya kepada para pemain bulu tangkis yang hadir di acara tersebut. Namun, mereka justru mengajaknya untuk bermain. “Adikku ikut bersamaku dan kami mencobanya, dan aku langsung menyukainya. Aku sudah mencoba banyak olahraga, tetapi aku tidak pernah merasakan hal yang sama seperti saat bermain bulu tangkis. Aku merasa olahraga ini cocok untukku. Aku cukup jago,” jelasnya.
Acara di toko tersebut merupakan bagian dari promosi yang bertepatan dengan turnamen internasional di Timisoara. Setahun sebelumnya, inisiatif Shuttle Time mulai diperkenalkan di Rumania, berkat Corina Florentina Dan, yang kini menjabat sebagai Koordinator Shuttle Time Nasional Rumania, setelah mengikuti pelatihan di Swedia. “Kami tahu bahwa anak-anak datang ke toko untuk bermain berbagai macam olahraga, dan kami menyediakan lapangan di sana, dan juara nasional U17 kami ada di sana untuk bermain dengan siapa pun yang ingin bergabung,” kenang Dan.
Menuju Kesuksesan di Eropa
Beberapa tahun setelah pengalaman pertamanya, Cristina berhasil meraih gelar nasional pertamanya. “Saat itulah saya mulai lebih serius menekuni olahraga ini, karena saya menyadari bahwa saya sebenarnya berbakat, dan saya berlatih lebih baik,” kenangnya. Meskipun ayahnya adalah seorang pemain tenis yang ingin mengarahkan putrinya ke olahraga tersebut, Cristina lebih memilih bulu tangkis. “Beliau tetap mendukung saya, dan bermain bersama saya ketika saya di rumah,” tambahnya.
Prestasi puncaknya datang ketika ia meraih gelar juara ganda putri di Kejuaraan Eropa U15 2022 di Ibiza bersama rekannya, Daria-Irina Gherasim. “Saya tidak menyangka akan menang,” kata Sirbu. “Saat saya pergi ke Ibiza, pertandingan pertama adalah yang paling menegangkan. Kami hampir kalah. Tapi kemudian setelah setiap kemenangan, saya mulai mendapatkan lebih banyak kepercayaan diri, jadi itu terjadi begitu saja. Setelah saya memenangkan gelar Eropa, saya mulai berlatih lebih dan lebih lagi, agar bisa mendapatkan perasaan menang itu lagi.”
Sejak kegiatan Shuttle Time pertama kali dilaksanakan, minat terhadap bulu tangkis di kalangan sekolah-sekolah di Rumania meningkat pesat. Dan kemudian menyelenggarakan kursus Guru pertama di Rumania pada Januari 2013, dan pada Juni 2013, 16 sekolah telah mendaftar untuk berpartisipasi.