Dalam acara UGM Public Health Hackathon 2026, mahasiswa dari Universitas Airlangga menonjolkan kepedulian terhadap masalah kesehatan dengan mengangkat isu Tuberkulosis (TBC) di tempat kerja. Kegiatan ini berlangsung di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan diikuti oleh berbagai tim dari berbagai universitas di Indonesia.
Inovasi untuk Kesehatan Kerja
Tim mahasiswa UNAIR menciptakan sebuah inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan TBC di kalangan pekerja. Dengan pendekatan yang inovatif, mereka merancang solusi yang dapat membantu mencegah penyebaran penyakit ini di lingkungan kerja, yang sering kali diabaikan. Melalui proyek ini, mereka berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya penanggulangan TBC di Indonesia.
Kompetisi yang Ketat
Selama kompetisi, tim-tim peserta dihadapkan pada tantangan untuk merumuskan ide-ide kreatif dalam waktu yang terbatas. Mahasiswa UNAIR berhasil menunjukkan kemampuan analisis dan kreativitas yang tinggi, sehingga mendapatkan perhatian juri dan peserta lainnya. Prestasi ini tidak hanya mencerminkan kemampuan akademis mereka, tetapi juga kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat yang penting.
Dengan keberhasilan ini, mahasiswa UNAIR berharap dapat terus berkontribusi dalam bidang kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit menular seperti TBC, yang masih menjadi masalah kesehatan global. Mereka berkomitmen untuk mengembangkan lebih lanjut ide-ide yang dihasilkan selama hackathon ini agar dapat diimplementasikan di lapangan.