Jakarta, CNN Indonesia -- Puspita Aulia, istri dari kepala cabang bank MIP (37), menolak permohonan maaf yang disampaikan oleh tiga terdakwa anggota Kopassus dalam kasus penculikan dan pembunuhan suaminya. Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, pada hari Senin (11/5), Puspita menegaskan, "Saya mohon jangan memaksa saya untuk memberikan mereka maaf saat ini karena ini menyakitkan untuk saya."
Penderitaan yang Dirasakan
Puspita mengungkapkan bahwa tindakan ketiga anggota Kopassus tersebut telah menyebabkan luka mendalam di hatinya. "Apa yang terjadi kemarin itu merupakan hal yang membuat saya, hati saya sakit seumur hidup saya," ujarnya. Dia juga berbagi tentang kesulitan yang dihadapinya setelah kepergian suaminya, di mana kini dia harus mengurus anak-anaknya yang masih kecil serta menanggung beban nafkah dan mental seorang diri.
Kerinduan Anak-anak
Puspita juga menjelaskan betapa anak-anaknya merindukan sosok MIP sebagai ayah mereka yang telah tiada. Dalam doa mereka, terdapat harapan agar MIP dapat kembali, meskipun hanya sejenak, sebagai ungkapan kerinduan mereka. "Mungkin tidak secara langsung, tapi ada di satu momen adik ini selesai shalat subuh dia berdoa. 'Ya Allah ampuni ayah, Ya Allah jaga ayah di sana, Ya Allah boleh tidak sebentar aja ayah ke sini', karena almarhum suami saya ini sangat dekat dengan anak-anaknya," ungkapnya.
Penasihat hukum dari ketiga terdakwa sebelumnya telah mengajukan permohonan maaf kepada keluarga MIP. Mereka berharap agar arwah MIP dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. "Dari hati besar kami kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum Bapak dan Ibu, apakah Bapak dan Ibu bisa memberikan maaf kepada para terdakwa walaupun harus dihukum seberat-beratnya," kata penasihat hukum tersebut.
Dalam kasus ini, ketiga terdakwa yang dihadapkan di pengadilan adalah Serka MN (terdakwa 1), Kopda FH (terdakwa 2), dan Serka FY (terdakwa 3), yang didakwa terlibat dalam penculikan dan pembunuhan MIP.