Berlangganan →
Update
Peristiwa

Pramono Mendesak Inspektorat Untuk Menyelidiki Lurah Terkait Respons dengan Foto AI

Pramono mengajukan permohonan kepada Inspektorat untuk menyelidiki tindakan lurah yang membalas laporan warga dengan foto hasil kecerdasan buatan, menyoroti pentingnya etika dalam pelayanan publik.

Made Wirawan 06 April 2026 13 pembaca news.detik.com news.detik.com
Pramono Mendesak Inspektorat Untuk Menyelidiki Lurah Terkait Respons dengan Foto AI
news.detik.com

Anggota DPR RI, Pramono Anung, telah mengajukan permohonan kepada Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terhadap seorang lurah yang diduga membalas laporan warga dengan menggunakan foto yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Peristiwa ini mengundang perhatian publik dan menunjukkan potensi masalah dalam komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Pramono menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh lurah tersebut dapat membingungkan dan menciptakan ketidakpuasan di kalangan masyarakat. "Kami harus memastikan bahwa pelayanan publik dilakukan secara transparan dan akuntabel. Menggunakan foto AI sebagai respons terhadap keluhan warga adalah bentuk ketidakseriusan," ungkap Pramono. Ia berpendapat bahwa interaksi antara pejabat publik dan masyarakat seharusnya dilakukan dengan cara yang lebih manusiawi dan tidak sepele.

Peristiwa ini bermula ketika seorang warga mengajukan keluhan terkait isu lingkungan di wilayahnya. Alih-alih memberikan jawaban yang sesuai, lurah tersebut merespons dengan mengirimkan gambar yang tampaknya dihasilkan oleh AI, yang tidak berkaitan langsung dengan masalah yang dilaporkan. Tindakan ini memicu kemarahan dan kebingungan di kalangan masyarakat setempat, yang merasa diabaikan dan tidak dihargai.

Seorang warga yang namanya enggan diungkapkan menambahkan, "Saya merasa sangat kecewa. Ketika kami berharap untuk mendapatkan perhatian dan solusi nyata, kami justru diberikan jawaban yang tidak relevan. Ini menunjukkan bahwa lurah tidak serius dalam menangani masalah kami." Situasi ini menjadi sorotan karena mencerminkan bagaimana penggunaan teknologi dalam pelayanan publik harus dilakukan dengan bijak dan harus tetap mengedepankan aspek manusiawi.

Pramono juga menekankan pentingnya integritas dan etika dalam pemerintahan. Ia berharap agar tindakan lurah ini tidak hanya menjadi pelajaran bagi yang bersangkutan, tetapi juga bagi seluruh pejabat publik untuk berkomunikasi dengan cara yang lebih efektif dan memperhatikan aspirasi masyarakat. "Ini adalah saatnya bagi kita untuk kembali ke nilai-nilai dasar pelayanan publik. Kita tidak boleh membiarkan teknologi menggantikan hubungan manusia yang seharusnya terjaga," pungkasnya.

Kedepannya, Inspektorat diharapkan dapat segera menindaklanjuti laporan ini untuk memastikan bahwa tidak ada lagi kejadian serupa yang merugikan masyarakat. Penyelidikan ini diharapkan akan menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan demikian, diharapkan bahwa komunikasi antara warga dan pejabat akan menjadi lebih baik dan lebih efektif di masa mendatang.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait