Berlangganan →
Update
Kolaborasi Indonesia dan China dalam Pengembangan Energi Hijau Kisah Inspiratif Cristina Maria Sirbu, Juara Bulu Tangkis Muda dari Rumania Inovasi Limbah Whey Keju Bawa Mahasiswa Peternakan UGM Raih Juara 2 di SEOH 9.0 Alat Deteksi Dini Hantavirus Siap Diluncurkan oleh UBC Medical (LABS) Dosen PNUP Makassar Dinonaktifkan Terkait Kasus Pelecehan Terhadap Mahasiswi Inisiatif Pemerintah untuk Meningkatkan Kualitas Daycare di Indonesia Pasangan Ganda Putra Indonesia Mundur dari Thailand Open 2026 Karena Sakit Mahasiswa UNAIR Sukses Angkat Masalah TBC di Tempat Kerja dalam UGM Public Health Hackathon 2026 Chandra Daya (CDIA) Tingkatkan Sektor Logistik dengan Kapal Novah Dua Mantan Petinggi Pertamina Dijatuhi Hukuman Penjara Enam Tahun dalam Kasus Korupsi Kolaborasi Indonesia dan China dalam Pengembangan Energi Hijau Kisah Inspiratif Cristina Maria Sirbu, Juara Bulu Tangkis Muda dari Rumania Inovasi Limbah Whey Keju Bawa Mahasiswa Peternakan UGM Raih Juara 2 di SEOH 9.0 Alat Deteksi Dini Hantavirus Siap Diluncurkan oleh UBC Medical (LABS) Dosen PNUP Makassar Dinonaktifkan Terkait Kasus Pelecehan Terhadap Mahasiswi Inisiatif Pemerintah untuk Meningkatkan Kualitas Daycare di Indonesia Pasangan Ganda Putra Indonesia Mundur dari Thailand Open 2026 Karena Sakit Mahasiswa UNAIR Sukses Angkat Masalah TBC di Tempat Kerja dalam UGM Public Health Hackathon 2026 Chandra Daya (CDIA) Tingkatkan Sektor Logistik dengan Kapal Novah Dua Mantan Petinggi Pertamina Dijatuhi Hukuman Penjara Enam Tahun dalam Kasus Korupsi
Peristiwa

Tragedi di Purwakarta: Pemilik Acara Meninggal Akibat Serangan Preman

Seorang pemilik acara di Purwakarta meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok preman yang meminta jatah. Kasus ini mengungkap persoalan kekerasan di masyarakat.

Putri Ayunda Lestari 05 April 2026 13 pembaca news.detik.com news.detik.com
Tragedi di Purwakarta: Pemilik Acara Meninggal Akibat Serangan Preman
news.detik.com

Di Purwakarta, sebuah tragedi menggemparkan terjadi ketika pemilik hajatan, berinisial A, tewas akibat dikeroyok oleh sekelompok preman. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu malam di sebuah lokasi acara yang sedang berlangsung, menimbulkan rasa duka dan kemarahan di kalangan masyarakat setempat.

Pihak kepolisian setempat mengindikasikan bahwa pengeroyokan tersebut dipicu oleh tindakan kelompok preman yang meminta jatah dari pemilik acara. “Kami mendapat informasi bahwa mereka mendatangi lokasi acara dan meminta sejumlah uang sebagai ‘uang perlindungan’,” ujar Kapolsek setempat, Kompol B. “Saat pemilik acara menolak memberikan uang, terjadilah penganiayaan.”

Menurut saksi mata, insiden mencekam itu terjadi saat A sedang menjalani acara pernikahan di rumahnya. “Awalnya, mereka hanya menakut-nakuti, tetapi kemudian situasinya menjadi lebih buruk. Saya melihat mereka mulai memukuli pemilik acara secara brutal,” kata salah seorang tamu yang tidak ingin disebutkan namanya.

Para pelaku, yang diperkirakan berjumlah enam orang, langsung melarikan diri setelah melakukan pengeroyokan tersebut. A ditemukan dalam keadaan kritis dan segera dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Hal ini menambah deretan kasus kekerasan yang terjadi akibat perbuatan premanisme di wilayah tersebut, yang belakangan ini kerap mengganggu masyarakat.

Pihak kepolisian kini sedang memburu para pelaku dan memperoleh informasi lebih lanjut mengenai identitas mereka. “Kami sangat serius menangani kasus ini. Kami sudah melakukan penyelidikan dan berharap pelaku segera ditangkap,” ungkap Kapolsek B.

Peristiwa ini menarik perhatian sejumlah organisasi masyarakat dan aktivis hak asasi manusia, yang mendesak penegakan hukum yang lebih tegas terhadap tindakan premanisme. “Kami meminta pihak berwajib untuk tidak menoleransi tindakan kekerasan seperti ini. Seseorang telah kehilangan nyawanya hanya karena menolak extortion,” tegas salah satu aktivis lokal.

Keluarga korban juga tengah berjuang untuk mendapatkan keadilan, dengan harapan pelaku dapat diadili dengan sebaik-baiknya. Ini merupakan sebuah panggilan bagi masyarakat dan pemerintah untuk lebih mengawasi dan memberikan perlindungan kepada warga dari ancaman premanisme yang semakin meresahkan.

Kasus ini menjadi sorotan besar di kalangan masyarakat Purwakarta dan diharapkan dapat mendorong upaya lebih lanjut dalam memerangi kejahatan dan menciptakan rasa aman bagi seluruh warganya. Kejadian semacam ini diharapkan tidak terulang di masa mendatang.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait