Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengungkapkan bahwa negaranya bersiap untuk memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada setiap bentuk agresi. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak proposal terbaru dari Teheran yang bertujuan untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
Dalam sebuah unggahan di X, Qalibaf menyatakan, "Angkatan bersenjata kami siap memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada setiap agresi." Ia juga menambahkan, "Strategi yang salah dan keputusan yang salah selalu menghasilkan hasil yang salah. Seluruh dunia telah memahami hal ini." Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Iran untuk mempertahankan posisi mereka di tengah ketegangan internasional.
Peringatan untuk Lawan
Qalibaf juga mengingatkan bahwa Iran terbuka untuk "semua opsi," dan menekankan bahwa lawan mereka akan terkejut dengan tindakan yang mungkin diambil. Peringatan ini disampaikan setelah Trump menyebut tanggapan terbaru Iran terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang sebagai "sama sekali tidak dapat diterima."
Para pejabat dan media di Iran menyatakan bahwa proposal yang diajukan oleh Teheran berfokus pada pengakhiran perang, pencabutan sanksi, serta pemulihan keamanan maritim di Selat Hormuz. Ketegangan semakin meningkat setelah serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu respons dari Teheran terhadap Israel dan sekutu-sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan Senjata yang Rentan
Gencatan senjata mulai diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad tidak berhasil menghasilkan kesepakatan yang berkelanjutan. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa adanya batas waktu yang jelas. Situasi ini menciptakan ketidakpastian di kawasan, sementara Iran terus menegaskan posisinya di tengah ancaman yang ada.