Jakarta - Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya telah mengamankan ratusan warga negara asing (WNA) di sebuah gedung perkantoran di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Penangkapan ini dilakukan karena mereka diduga terlibat dalam aktivitas judi online.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, para WNA tersebut ditemukan dalam keadaan duduk berjejer di dalam sebuah ruangan, dengan masing-masing menggunakan monitor komputer di meja mereka. Beberapa di antara mereka mengenakan masker, dan terlihat terdiri dari pria dan wanita dewasa. Mereka duduk di dua meja panjang yang saling berhadapan, sementara petugas Brimob Polri menjaga lokasi tersebut.
Asal Usul dan Barang Bukti yang Diamankan
Menurut informasi lebih lanjut, ratusan WNA yang ditangkap berasal dari berbagai negara, termasuk Thailand, Vietnam, China, Myanmar, Korea, dan Malaysia. Mereka diduga terlibat dalam kejahatan siber yang merupakan bagian dari jaringan internasional yang mengoperasikan situs judi online di lokasi tersebut. Para pelaku menyewa dua lantai di gedung yang menjadi tempat penggerebekan. Dalam operasi ini, penyidik juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti, seperti komputer, laptop, brankas, serta situs judi yang digunakan.
Keamanan yang Diperketat di Lokasi Penggerebekan
Personel Brimob dikerahkan ke lokasi sejak malam hari pada Jumat (8/5). Pada pagi hari Sabtu, sekitar pukul 08.00 WIB, tampak puluhan anggota Brimob masih bersiaga di depan gedung. Mereka menjaga pintu masuk gedung yang memiliki fasad kaca. Beberapa petugas dilengkapi dengan perlengkapan taktis, seperti helm, rompi antipeluru, masker, dan senjata laras panjang, menjaga ketat di area tersebut. Selain itu, petugas keamanan berpakaian hitam juga terlihat bersiaga di lokasi.
Di sekitar lokasi, masih ada warga yang melintas, namun mereka tampak bingung dengan penjagaan yang ketat. Aktivitas di dalam gedung perkantoran yang dijaga oleh Brimob terlihat minim. Dari luar, hanya terlihat kursi dan mikrofon yang dipasang dengan garis pembatas di area lobi gedung.
Penjagaan yang ketat ini diyakini berkaitan dengan penegakan hukum terhadap kasus besar yang sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Hingga berita ini disusun, upaya untuk mendapatkan konfirmasi resmi dari Divisi Humas Polri maupun Polda Metro Jaya terkait tujuan pengerahan pasukan tersebut belum membuahkan hasil.