PBSI telah melakukan evaluasi menyusul hasil mengecewakan yang didapat oleh tim beregu putra Indonesia di Thomas Cup 2026. Fajar Alfian dan rekan-rekannya gagal mencapai babak perempat final setelah kalah dari Thailand dan Prancis dalam fase grup. Hasil ini cukup mengejutkan, mengingat tim putra Indonesia selalu berhasil melaju ke perempat final sejak pertama kali berpartisipasi pada tahun 1958.
Tekanan yang Menghambat Performa
Eng Hian, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, mengungkapkan bahwa para pemain tidak mampu memberikan penampilan terbaik mereka karena menghadapi tekanan yang besar. "Faktor utamanya ialah tekanan terhadap atlet. Keinginan mereka begitu tinggi dan berpikir bisa mengalahkan Thailand yang mampu menang atas Prancis, tetapi pemain tidak bisa mengontrol emosinya," jelas pria yang akrab disapa Didi itu.
Upaya Meningkatkan Performa Tim
Pencapaian di Thomas Cup 2026 menjadi bagian dari serangkaian hasil yang kurang memuaskan, setelah Indonesia juga gagal meraih gelar pada tur Eropa dan Badminton Asia Championships 2026. PBSI sebenarnya telah berusaha untuk meningkatkan performa tim dengan melaksanakan program aklimatisasi sejak seminggu sebelum turnamen dimulai. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan, meskipun Indonesia merupakan salah satu tim yang datang paling awal ke Denmark, mereka harus pulang lebih cepat dari yang direncanakan.