Lautaro Martinez, kapten Inter Milan, mengakui bahwa kritik tajam yang ia lontarkan kepada rekan-rekan setimnya, termasuk Hakan Calhanoglu, merupakan ungkapan dari lubuk hatinya. Pernyataan ini disampaikan setelah Inter meraih gelar Scudetto ke-21 dengan kemenangan 2-0 atas Parma di San Siro, di mana Lautaro memberikan assist untuk gol kedua yang dicetak oleh Mkhitaryan.
Dalam wawancaranya dengan DAZN Italia, Lautaro menjelaskan, "Apa yang saya katakan saat itu adalah apa yang saya rasakan dan sudah saya pendam di dalam diri saya. Saya tidak merencanakannya, saya hanya melihat beberapa hal yang tidak saya sukai, dan saya mengatakan apa yang saya pikirkan." Ia juga mengungkapkan bahwa musim 2024-25 menjadi periode yang paling menyakitkan dalam kariernya di Inter, di mana timnya hampir meraih semua gelar namun gagal di momen-momen krusial, termasuk kalah di final Liga Champions dan tertinggal satu poin dalam perburuan Scudetto.
Lautaro menambahkan, "Tidak mudah untuk memulai lagi setelah musim di mana kami kehilangan semua kompetisi yang kami ikuti tepat di penghujungnya, tapi saya sangat bahagia hari ini dengan pencapaian ini." Ia juga menyatakan bahwa Inter membutuhkan perubahan suasana setelah empat tahun bersama pelatih Inzaghi, dan kehadiran Chivu dianggapnya sebagai angin segar bagi seluruh skuad.
Dengan pernyataan tersebut, Lautaro menunjukkan komitmennya untuk membangun kembali tim dan berharap dapat meraih kesuksesan di masa mendatang.