Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dr. Supriyanto Dharmoredjo SpB FINACS MKes, baru-baru ini mengungkapkan rasa bangga dan syukur yang mendalam atas keterlibatannya dalam keluarga besar Universitas Airlangga (UNAIR). Pernyataan ini disampaikan dalam konteks relevansi akademis dan kualitas fasilitas yang menjadi pertimbangan utama bagi calon mahasiswa dalam memilih institusi pendidikan tinggi.
Dr. Supriyanto menjelaskan bahwa reputasi UNAIR di dunia akademik sangat berpengaruh dalam menarik perhatian calon mahasiswa dan profesional kesehatan. Ia menekankan, "Kualitas akademik yang tinggi serta dukungan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting bagi individu yang ingin menimba ilmu di bidang kesehatan dan kedokteran." Keterlibatan dalam universitas terkemuka seperti UNAIR, menurutnya, tidak hanya memberikan keuntungan bagi individu tetapi juga berdampak pada pengembangan institusi medis.
Lebih lanjut, dr. Supriyanto menyoroti pentingnya kolaborasi antara dunia akademis dan layanan kesehatan. Dengan berfokus pada sinergi ini, diharapkan akan tercipta inovasi dalam pengajaran dan praktik medis. "Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kami dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Ini adalah misi bersama kami," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan harapannya agar lebih banyak lulusan UNAIR dapat berkontribusi di bidang kesehatan. "Universitas Airlangga selalu melahirkan tenaga medis yang berkualitas. Oleh karena itu, saya merasa terhormat dan bersyukur bisa menjadi bagian dari komunitas ini," ungkapnya. Hal ini mencerminkan komitmennya untuk mendukung pengembangan pendidikan medis yang berkelanjutan.
Di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor kesehatan saat ini, dr. Supriyanto optimis bahwa kerjasama antara rumah sakit dan institusi pendidikan akan memberikan dampak positif bagi peningkatan layanan kesehatan. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan meningkatkan standar pendidikan serta praktik medis di Indonesia. "Kita harus saling mendukung demi mencapai tujuan pelayanan kesehatan yang lebih baik," pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, diharapkan kedepannya akan ada lebih banyak inisiatif yang menghubungkan pendidikan dan praktik kesehatan, sehingga dapat menciptakan tenaga medis yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga memiliki empati tinggi dalam melayani masyarakat.