Insiden yang menyakitkan sering kali dapat mempengaruhi performa seorang atlet. Namun, pasangan ganda putra Aaron Tai dan Kang Khai Xing berusaha untuk mengubah pengalaman buruk mereka di turnamen sebelumnya menjadi peluang positif saat mereka berkompetisi di Malaysia Masters, yang berlangsung di Unifi Arena, Bukit Jalil, mulai hari Selasa.
Tahun lalu, mereka mengalami kekecewaan akibat keputusan kontroversial yang menghalangi mereka mencapai perempat final Malaysia Masters. Wasit asal Swiss, Peter Meszaros, memberikan satu poin kepada lawan mereka, Rasmus Kjaer dan Frederik Sogaardeven dari Denmark, meskipun tim Malaysia merasa bahwa kok sudah jelas mendarat di luar zona aman pada game penentu. Keputusan tersebut membuat Aaron dan Khai Xing kehilangan fokus dan akhirnya mereka kalah dengan skor 10-21, 26-24, 16-21.
Tekad untuk Lebih Baik
Meski demikian, keduanya telah melupakan insiden tersebut dan bertekad untuk tampil lebih baik di turnamen kali ini, dengan harapan bisa melaju ke semifinal. “Saya rasa tahun ini, seperti yang saya katakan, kami hanya ingin melangkah selangkah demi selangkah dan satu pertandingan demi satu pertandingan. Kami tidak terlalu memikirkan insiden tahun lalu,” ungkap Khai Xing.
Target mereka di turnamen ini adalah untuk bermain sebaik mungkin di hadapan pendukung sendiri dan menikmati setiap pertandingan. Aaron dan Khai Xing akan berhadapan dengan pasangan Lai Po-yu dan Tsai Fu-cheng dari Taiwan di babak pertama. Jika berhasil menang, mereka akan menghadapi He Zhi-wei dan Huang Jui-hsuan dari Taiwan, atau pasangan Malaysia Wan Arif Wan Junaidi dan Yap Roy King.
Persiapan dan Harapan
Hasil positif di kandang sendiri akan memberikan dorongan yang dibutuhkan setelah mereka tersingkir di babak kedua Orleans Masters sebelumnya. Aaron dan Khai Xing berharap bahwa taktik dan strategi yang tepat di lapangan, serta komunikasi yang baik, akan membawa mereka jauh dalam turnamen ini. “Saya rasa tahun ini kami telah banyak meningkatkan komunikasi dan pemahaman kami di lapangan. Dari segi permainan fisik dan permainan menyerang, ada juga peningkatan, tetapi saya merasa kemajuan terbesar ada pada komunikasi kami,” tambah Khai Xing.