Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani mengakui bahwa mereka mengalami kesulitan dalam menghadapi kecepatan serta tekanan dari pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty. Akibatnya, pasangan yang menduduki peringkat 9 dunia ini gagal melangkah ke final kedua mereka tahun ini di Thailand Open 2026.
Pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Nimibutr, Bangkok, pada hari Sabtu, mereka harus mengakui kekalahan setelah melewati pertandingan ketat yang berakhir dengan skor 19-21, 22-20, 21-16. Meskipun hasilnya tidak memuaskan, Izzuddin tetap menunjukkan sikap optimis, menyatakan bahwa mereka secara bertahap kembali ke performa terbaik.
Optimisme di Tengah Kekalahan
Izzuddin mengatakan, "Kami kembali ke level terbaik kami, jadi kami akan terus maju dan meningkatkan performa." Ia menambahkan bahwa tim lawan bermain dengan tempo yang sangat cepat dan terus melakukan serangan, yang membuat mereka kesulitan mengatasi tekanan tersebut. "Mereka memang pasangan yang lebih baik hari ini," ujarnya.
Menghadapi Tantangan dengan Sportif
Sze Fei juga sependapat dengan rekannya, mengakui bahwa intensitas serangan dari tim India terlalu sulit untuk ditandingi. "Tempo permainan sangat cepat dan serangan mereka sangat kuat. Kami tidak mampu mengalahkan mereka," ungkapnya. Meski demikian, Izzuddin tetap bersikap sportif dan menolak untuk menjadikan kelelahan sebagai alasan kekalahan mereka. "Hari ini memang bukan hari keberuntungan kami. Mungkin lain kali akan menjadi hari keberuntungan kami. Kami tidak lelah di pertandingan ketiga, mereka hanya bermain lebih baik dari kami," tuturnya.
Setelah pertandingan ini, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani akan kembali ke tanah air untuk mempersiapkan diri menghadapi Malaysia Masters 2026, yang merupakan turnamen BWF World Tour Super 500 dan akan dimulai pada hari Selasa di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur.