Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa banyak pihak yang tidak mendukung kegiatan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara penyerahan uang sebesar Rp10,2 triliun yang merupakan hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH di Kejaksaan Agung pada Rabu (13/5).
“Saya paham Satgas PKH bukan Satgas yang disukai, banyak yang tidak suka sama kalian, bandit-bandit dan perampok itu enggak suka sama kalian,” ujarnya. Menurutnya, ketidaksukaan tersebut muncul karena Satgas PKH berusaha untuk mengembalikan uang negara yang telah dirampas melalui tindakan melawan hukum.
Komitmen Satgas PKH dalam Mengembalikan Uang Negara
Prabowo menambahkan, “Tinggal kamu, kamu takut sama mereka atau kamu bela rakyat, tergantung kamu.” Ia percaya bahwa Satgas PKH akan berusaha keras untuk memulihkan keuangan negara yang telah dirugikan. Hingga saat ini, sudah ada empat kali penyerahan uang hasil penertiban kawasan hutan untuk disetorkan ke kas negara.
“Bukan kita cari popularitas bukan, ini bukan pemerintah Prabowo sok populis tidak. Ini adalah masalah survival, 287 juta rakyat Indonesia, tidak mungkin hidup baik hidup sejahtera kalau kekayaannya diambil tiap hari tiap Minggu tiap bulan,” kata Prabowo.
Penyerahan Denda Administratif Kehutanan
Sebelumnya, Satgas PKH telah menyerahkan uang sebesar Rp10,27 triliun dari hasil penagihan denda administratif kehutanan kepada negara. Total nilai yang diserahkan tersebut terdiri dari denda administratif sebesar Rp3,423 triliun dan hasil dari pajak PBB serta Non PBB yang mencapai Rp6,846 triliun.