Salim Samion, yang sebelumnya melatih mantan juara dunia asal Thailand, Ratchanok Intanon, kini mengambil peran baru sebagai pelatih tim tunggal putri junior nasional Malaysia. Dengan pengalaman yang luas, ia bertekad untuk mengubah para pemain muda ini menjadi juara dunia di masa depan.
Salim membawa banyak pengalaman berharga setelah belajar di bawah bimbingan Datuk Misbun Sidek dan memiliki pengalaman bekerja dengan tim tunggal putri Thailand. Pelatih yang baru diangkat ini pernah membimbing sejumlah pemain top Thailand, termasuk Supanida Katethong yang berada di peringkat 15 dunia, Busanan Ongbamrungphan di peringkat 18 dunia, serta mantan juara dunia junior Pitchamon Opatniputh antara tahun 2021 hingga 2025. Selain itu, bintang-bintang seperti Ratchanok dan Pornpawee Chochuwong, yang saat ini menempati peringkat 8 dunia, juga ikut serta dalam sesi latihan nasional mingguan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi besar seperti Olimpiade, Kejuaraan Dunia, dan Asian Games.
Strategi Pelatihan Berdasarkan Pengalaman
Dalam pernyataannya di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM) pada hari Selasa, Salim menyatakan, "Saya rasa salah satu kekuatan terbesar saya saat ini adalah pengalaman yang saya peroleh dari budaya yang berbeda, ditambah sistem pelatihan yang saya pelajari dari pelatih Misbun." Ia yakin bahwa para pemain bulu tangkis tunggal akan mendapatkan manfaat dari pendekatan pelatihan yang akan disusunnya berdasarkan pengalaman tersebut.
Salim resmi bergabung dengan Badminton Association of Malaysia (BAM) pada 2 Mei. Sebelumnya, ia pernah bekerja di bawah bimbingan Misbun di Nusa Mahsuri pada awal 2000-an dan juga memiliki pengalaman melatih di Finlandia dari 2002 hingga 2008, tim nasional Denmark dari 2009 hingga 2011, serta menjabat sebagai pelatih kepala tim Norwegia dari 2010 hingga 2020 sebelum akhirnya pindah ke Thailand.
Peluang dan Tantangan untuk Pemain Muda
Pria asal Perak ini mengakui bahwa tim tunggal putri Thailand saat ini lebih unggul dibandingkan Malaysia, namun ia percaya bahwa skuad junior nasional memiliki potensi yang besar. "Saya rasa kita perlu menerima bahwa Thailand lebih kuat di sektor perempuan, terutama di kalangan pemain muda, karena mereka memiliki banyak sekali pemain berbakat yang dihasilkan oleh klub-klub mereka," tambah Salim. Ia menekankan pentingnya mendidik dan mengembangkan pemain berusia 15 tahun agar dapat berkompetisi di level elit dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Sementara itu, Kenneth Jonassen, direktur pelatihan tunggal nasional, menyatakan bahwa Salim akan bekerja sama dengan pelatih yang sudah ada, yaitu Aaron Lee Inbaraj dan Sylvia Kavita Kumares. Ia menambahkan bahwa pengalaman internasional Salim akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi tim. "Salim membawa segudang pengalaman dari berbagai sistem dan lingkungan pengembangan pemain," ungkap Jonassen.
Jonassen juga menjelaskan bahwa penunjukan Salim tidak berkaitan langsung dengan hasil di Kejuaraan Dunia Junior yang akan diadakan di Kairo pada 1-18 Oktober, melainkan lebih kepada pengembangan jangka panjang untuk nomor tunggal putri. "Ini tidak ditujukan untuk turnamen tertentu. Ini tentang memperkuat fondasi kami dan selaras dengan visi saya untuk jalur pengembangan pemain," jelasnya.
Salim, Aaron, dan Kavita akan mengawasi 11 pemain junior, termasuk Carine Tee, yang baru-baru ini menjadi juara Slovak Open.