Pada pekan yang penuh ketegangan di La Liga, Hansi Flick, pelatih Barcelona, mengakui bahwa dia pernah menghadapi situasi konflik di ruang ganti. Hal ini terungkap menjelang pertandingan Clasico yang berlangsung di Camp Nou. Flick menjelaskan pendekatannya dalam menangani masalah di dalam timnya, terutama saat Barcelona hanya memerlukan satu kemenangan lagi untuk meraih gelar La Liga.
Walaupun banyak yang beranggapan bahwa gelar juara sudah di tangan, Flick tetap bertekad untuk menjaga fokus para pemainnya setelah mereka tersingkir dari Liga Champions. “Kita harus mengambil langkah terakhir besok. Kita bermain untuk memenangkan gelar. Seluruh tim penting, tetapi jelas, kerja keras para pemain La Masia, dengan filosofi dan mentalitas mereka, membantu tim. Besok tidak akan mudah; semua orang akan memberikan yang terbaik. Semua orang profesional, dan itu adalah sesuatu yang sangat saya hargai dari tim saya,” ungkap Hansi Flick.
Suasana Positif di Ciutat Esportiva
Mengenai cara dia menangani konflik di ruang ganti, Flick memberikan pujian terhadap atmosfer di Ciutat Esportiva. Dia menekankan pentingnya kesatuan dalam tim saat menghadapi masalah. “Ketika sesuatu terjadi, kita semua bergerak ke arah yang sama. Hal-hal buruk bisa terjadi, tetapi kita harus menghadapinya. Begitulah caranya,” ujarnya.
Kedekatan Antar Pemain
Flick juga menyoroti hubungan yang kuat antara para pemain, terutama mereka yang berasal dari La Masia. “Kami memiliki hubungan yang hebat. Anda dapat melihat kedekatan antara para pemain dari La Masia, yang telah saling mengenal sejak mereka berusia 12 atau 13 tahun. Ini harus menjadi bagian dari klub untuk beberapa tahun ke depan. Berupaya untuk membina orang-orang, dan meningkatkan kemampuan para pemain,” jelasnya.