🔴 Breaking

Sindikat Judi Online dari Myanmar dan Kamboja Beralih ke Indonesia

Polri mengungkap bahwa Indonesia mulai menjadi pusat operasi sindikat kejahatan online dari kawasan Indo-Cina dan Asia Tenggara, dengan penggerebekan terbaru di Jakarta Barat.

Ni Luh Ayu Sari

Penulis

09 May 2026
3 kali dibaca
Sindikat Judi Online dari Myanmar dan Kamboja Beralih ke Indonesia
Biro Pusat Nasional NCB Interpol Divisi Hubinter Polri mengungkap bahwa Indonesia kini mulai menjadi destinasi pusat operasi sindikat kejahatan online. (CNN Indonesia/Febria Adha L).

Jakarta, CNN Indonesia -- Biro Pusat Nasional NCB Interpol Divisi Hubinter Polri mengungkapkan bahwa Indonesia kini menjadi tujuan utama bagi sindikat kejahatan online yang beroperasi di Indo-Cina dan Asia Tenggara. Hal ini disampaikan oleh Brigjen Untung Widyatmoko, Ses NCB Interpol Polri, dalam konferensi pers terkait penggerebekan sebuah kantor sindikat judi di Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Minggu (9/5).

“Perkembangan hari ini menunjukkan bahwa pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beralih ke Indonesia,” ungkap Untung dalam penjelasannya. Penggerebekan tersebut melibatkan 321 warga negara asing (WNA) dan merupakan kelanjutan dari pengungkapan sindikat yang sama di Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

Perpindahan Basis Operasional

Menurut Untung, sebelumnya, sindikat kejahatan online ini beroperasi di beberapa negara Asia Tenggara lainnya, seperti Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam. Selain judi, kejahatan yang dilakukan juga mencakup penipuan cinta (love scam) dan investasi online. “Setelah ditertibkan, mulai terjadi pergeseran ke Indonesia dan itu tentunya sudah kami antisipasi dan kami prediksi,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa sindikat ini telah terungkap di beberapa kota di luar Jakarta, termasuk Batam, Surabaya, Denpasar, Surakarta, Yogyakarta, Sukabumi, dan Bogor. Meskipun demikian, Untung mengakui bahwa pihaknya belum memiliki data yang akurat mengenai situasi tersebut.

Fasilitas Bebas Visa dan Promosi Wisata

Menurutnya, banyak individu yang datang ke Indonesia biasanya diundang oleh anggota sindikat yang sudah ada sebelumnya. Mereka memasuki negara ini dengan izin wisata, yang semakin mudah karena adanya fasilitas bebas visa kunjungan. “Apalagi, Indonesia belakangan terus melakukan promosi wisata,” tambahnya.

Namun, Untung juga mencatat bahwa bukan hanya Indonesia yang menjadi tujuan sindikat ini, tetapi juga negara lain seperti Afrika Selatan dan Uni Emirat Arab. “Ada fasilitas bebas visa kunjungan. Kita juga sadar, di satu sisi pemerintah kita juga butuh adanya peningkatan angka pariwisata. Itu tidak bisa dipungkiri. Kita butuh adanya kunjungan wisatawan ke Indonesia. Tetapi di sisi lain, memang ini ada seperti dua sisi mata uang,” pungkasnya.

Artikel Terkait