Berlangganan →
Update
Peristiwa

Empat Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta Sepanjang 2026

Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta melaporkan adanya empat kasus hantavirus sepanjang tahun 2026, dengan tiga di antaranya telah sembuh. Satu kasus masih dalam status suspek dan menjalani isolasi.

Theresia Okta Anindya 12 May 2026 4 pembaca news.republika.co.id news.republika.co.id
Empat Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta Sepanjang 2026
Foto: EPA/ALBERTO VALDES

Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta menginformasikan bahwa sepanjang tahun 2026, terdapat empat kasus hantavirus yang terdeteksi di ibu kota. Dari jumlah tersebut, tiga kasus telah dinyatakan sembuh, sedangkan satu kasus lainnya masih berstatus suspek.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat empat kasus hantavirus yang telah ditemukan. "Sepanjang 2026 sampai sekarang ini ada empat kasus yang sudah kita temukan. Tiga orangnya sudah sembuh, bergejala ringan, satu orangnya sekarang masih suspek," ungkapnya saat memberikan keterangan di DPRD Provinsi Jakarta pada hari Senin, 11 Mei 2026.

Status Kasus Suspek

Ani menambahkan bahwa individu yang berstatus suspek masih menjalani isolasi karena hantavirus termasuk dalam kategori penyakit menular. Ia menjelaskan bahwa hantavirus bukanlah virus baru seperti Covid-19 dan merupakan virus lama yang selalu dipantau oleh Dinas Kesehatan.

Menurut Ani, penularan hantavirus umumnya terjadi melalui air liur, urine, atau kotoran tikus kepada manusia. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti penularan hantavirus dari manusia ke manusia, serta tidak ada kaitannya dengan penularan dari kapal pesiar.

"Sejauh ini ada banyak varian hantavirus, ada yang menular antarmanusia dan ada yang tidak. Yang menular antarmanusia hanya satu varian sampai saat ini dari penjelasan WHO, hanya yang Andes yang ditemukan di Amerika Selatan, dan Andes ini tidak ada, sampai sejauh ini ya, tidak ada di Indonesia," jelas Ani.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Ani juga mengingatkan agar masyarakat menggunakan alat pelindung diri seperti masker saat beraktivitas di area yang kotor dan berpotensi menjadi habitat tikus. "Yang penting sebetulnya tidak perlu panik, tapi waspada. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga pola hidup yang bersih, sehat, dan harus cuci tangan, pakai masker ketika memang kita perkirakan kita ada di tempat-tempat yang berisiko," tambahnya.

Artikel Terkait