Update
Menjelang Malaysia Masters, Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei Terima Penghargaan Atlet Terbaik Mendorong Keamanan dan Efisiensi dalam Transportasi Nasional Jakarta Kini Dipimpin oleh Jenderal Bintang Tiga dari Polri dan TNI Yusril Menilai Kritik Film Pesta Babi Adalah Hal yang Wajar, Pembubaran Nobar Bukan Perintah Resmi Moh Zaki Ubaidillah Kembali Menang di Thailand Open 2026 Kerja Sama Telkomsat dan Nara Space untuk Inovasi Teknologi Satelit Penginderaan Bumi Mahasiswi Unpad Jadi Korban Penodongan dan Dilindas di Jatinangor SMAN 1 Pontianak Menolak Ikut Lomba Cerdas Cermat Ulang Meski Ada Janji Perbaikan Su Li Yang Melaju ke 16 Besar Thailand Open 2026 Setelah Kalahkan Wang Tzu Wei Matchaholic 2026: PNJ Menghadirkan Pengalaman Matcha yang Unik dan Berbeda Menjelang Malaysia Masters, Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei Terima Penghargaan Atlet Terbaik Mendorong Keamanan dan Efisiensi dalam Transportasi Nasional Jakarta Kini Dipimpin oleh Jenderal Bintang Tiga dari Polri dan TNI Yusril Menilai Kritik Film Pesta Babi Adalah Hal yang Wajar, Pembubaran Nobar Bukan Perintah Resmi Moh Zaki Ubaidillah Kembali Menang di Thailand Open 2026 Kerja Sama Telkomsat dan Nara Space untuk Inovasi Teknologi Satelit Penginderaan Bumi Mahasiswi Unpad Jadi Korban Penodongan dan Dilindas di Jatinangor SMAN 1 Pontianak Menolak Ikut Lomba Cerdas Cermat Ulang Meski Ada Janji Perbaikan Su Li Yang Melaju ke 16 Besar Thailand Open 2026 Setelah Kalahkan Wang Tzu Wei Matchaholic 2026: PNJ Menghadirkan Pengalaman Matcha yang Unik dan Berbeda
Peristiwa

Yusril Menilai Kritik Film Pesta Babi Adalah Hal yang Wajar, Pembubaran Nobar Bukan Perintah Resmi

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pembubaran nonton bareng film "Pesta Babi" tidak berasal dari arahan pemerintah. Dia juga me...

Theresia Okta Anindya 14 May 2026 1 pembaca news.republika.co.id news.republika.co.id
Yusril Menilai Kritik Film Pesta Babi Adalah Hal yang Wajar, Pembubaran Nobar Bukan Perintah Resmi
Foto: Dok Republika

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan bahwa tindakan pembubaran atau penghentian acara nonton bareng (nobar) film "Pesta Babi" bukanlah instruksi dari pemerintah atau aparat penegak hukum secara umum. Menurutnya, tidak semua kampus melarang pemutaran film dokumenter yang berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita tersebut.

"Di Universitas Mataram dan UIN Mataram, Lombok, nobar film itu dilarang karena persoalan prosedur administratif saja. Sementara di kampus lain di Bandung dan Sukabumi, nobar film itu berjalan tanpa halangan apa pun," jelas Yusril saat dihubungi di Jakarta pada Kamis (14/5/2026).

Kritik yang Diajukan dalam Film

Yusril menguraikan bahwa film dokumenter tersebut menyampaikan kritik terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan yang dinilai mengganggu kelestarian alam, hak ulayat masyarakat Papua, serta lingkungan hidup. Ia berpendapat bahwa kritik yang disampaikan melalui film semacam itu adalah hal yang wajar, meskipun terdapat narasi yang mungkin dianggap provokatif.

Dia juga menambahkan bahwa judul film dokumenter ini memang memiliki sifat kontroversial dan tampak provokatif. Namun, Yusril mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi hanya karena judul film yang dirancang untuk menarik perhatian publik.

Pentingnya Diskusi Publik

"Biarkan saja masyarakat menonton, lalu setelah itu silakan gelar diskusi dan debat. Dengan demikian publik menjadi kritis, pro dan kontra dapat terjadi," ungkapnya. Dia menekankan bahwa pemerintah juga dapat mengambil pelajaran dari kritik yang disampaikan melalui film tersebut untuk melakukan evaluasi jika ada langkah yang perlu diperbaiki di lapangan.

Artikel Terkait