Jakarta, CNN Indonesia -- Dengan terangkatnya Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen), wilayah Jakarta dan sekitarnya kini berada di bawah pengawasan perwira Polri dan TNI AD yang berpangkat bintang tiga. Sebelum Kapolda Metro Jaya mendapatkan peningkatan pangkat, Pangdam Jaya telah lebih dulu menjabat sebagai jenderal bintang tiga sejak setahun yang lalu.
Dengan demikian, Jakarta menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki Polda dan Kodam yang dipimpin oleh jenderal bintang tiga. Peningkatan pangkat Kapolda Metro Jaya ini baru saja terjadi pada pekan ini, dan Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa jabatan Kapolda telah berubah dari Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang tiga.
Pernyataan Polda Metro Jaya
"Benar untuk Kapolda Metro Jaya saat ini berpangkat Komisaris Jenderal Polisi," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan pada Kamis (14/5). Ia menambahkan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang dikeluarkan pada Rabu (13/5).
"Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 tanggal 13 Mei 2026," jelasnya. Namun, hingga saat ini belum ada informasi apakah perubahan pangkat Kapolda Metro juga akan berdampak pada jabatan di bawahnya, seperti Wakapolda dan Direktur.
Sejarah Kenaikan Pangkat
Selama ini, Wakapolda berpangkat brigadir jenderal atau bintang satu, sedangkan posisi direktur biasanya diisi oleh komisaris besar atau melati tiga. Sebelumnya, kabar tentang kenaikan pangkat ini telah diumumkan melalui akun resmi Instagram Polda Metro Jaya, yang menyatakan bahwa Asep Edi Suheri telah resmi menjadi Komjen.
"Selamat dan Sukses kepada Komjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si. atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Komisaris Jenderal Polisi," tulis akun tersebut pada Rabu (13/5). Di sisi lain, Pangdam Jaya, Deddy Suryadi, juga mengalami peningkatan pangkat pada Maret 2026 lalu, dari Mayjen (bintang dua) menjadi Letjen, menjadikannya satu-satunya Pangdam yang dipimpin oleh Letnan Jenderal.