Update
Peristiwa

SMAN 1 Pontianak Menolak Ikut Lomba Cerdas Cermat Ulang Meski Ada Janji Perbaikan

SMAN 1 Pontianak mengumumkan ketidakikutsertaan mereka dalam Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diulang, meskipun MPR telah meminta maaf dan berkomitmen untuk memperbai...

Ilham Fadli Akbar 14 May 2026 2 pembaca news.republika.co.id news.republika.co.id
SMAN 1 Pontianak Menolak Ikut Lomba Cerdas Cermat Ulang Meski Ada Janji Perbaikan
Foto: tangkapan layar

SMAN 1 Pontianak menyatakan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan diulang. Pernyataan ini disampaikan melalui akun resmi Instagram mereka, @smansaptk.informasi.

Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan terkait perlombaan yang diselenggarakan oleh MPR. MPR sendiri telah meminta maaf dan berkomitmen untuk memperbaiki pelaksanaan lomba tersebut.

Apresiasi dan Permohonan Kejelasan

Indang Maryati menyampaikan, "SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian, dukungan, serta kepedulian berbagai pihak dalam menyikapi kondisi ini." Ia menegaskan bahwa sejak awal, sekolah tidak berniat untuk membatalkan hasil lomba, melainkan ingin mendapatkan kejelasan mengenai poin-poin yang menjadi permasalahan bagi siswa.

Karena itu, SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan akan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional. Indang menegaskan, "SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI."

Ajakan untuk Bersatu dan Menciptakan Iklim Pendidikan yang Baik

Indang juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan. "SMAN 1 Pontianak memohon dukungan dari seluruh pihak ke depan, dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil oleh pihak sekolah bukanlah untuk menyerang atau merusak kredibilitas lembaga penyelenggara lomba maupun individu tertentu.

Artikel Terkait