Update
Pesta Babi: Gelombang Kritik yang Menyebar Lewat Layar Verrel dan Aisyah Melaju ke 16 Besar Thailand Open 2026 Pameran Petra Parade 2026: Kesempatan bagi Siswa SMA untuk Menemukan Minat dan Karier Sejak Dini Kondisi Rupiah yang Melemah Membebani Sektor Tekstil dengan Kenaikan Biaya Bahan Baku Impor Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri Resmi Naik Pangkat Menjadi Komjen Menteri Komunikasi Ungkap 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, 80 Ribu di Antara Mereka Berusia di Bawah 10 Tahun Tee Kai Wun Dukung Keputusan Man Wei Chong Mundur dari Malaysia Masters Inovasi Mahasiswa Ubaya: Sistem Parkir Otomatis yang Memudahkan Pengemudi Penurunan Harga Cabai Rawit Pasca Lebaran Menjadi Sorotan Bapanas Prabowo Minta Perbaikan 5 Ribu Puskesmas dari Era Soeharto Segera Dilakukan Pesta Babi: Gelombang Kritik yang Menyebar Lewat Layar Verrel dan Aisyah Melaju ke 16 Besar Thailand Open 2026 Pameran Petra Parade 2026: Kesempatan bagi Siswa SMA untuk Menemukan Minat dan Karier Sejak Dini Kondisi Rupiah yang Melemah Membebani Sektor Tekstil dengan Kenaikan Biaya Bahan Baku Impor Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri Resmi Naik Pangkat Menjadi Komjen Menteri Komunikasi Ungkap 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, 80 Ribu di Antara Mereka Berusia di Bawah 10 Tahun Tee Kai Wun Dukung Keputusan Man Wei Chong Mundur dari Malaysia Masters Inovasi Mahasiswa Ubaya: Sistem Parkir Otomatis yang Memudahkan Pengemudi Penurunan Harga Cabai Rawit Pasca Lebaran Menjadi Sorotan Bapanas Prabowo Minta Perbaikan 5 Ribu Puskesmas dari Era Soeharto Segera Dilakukan
Peristiwa

Menteri Komunikasi Ungkap 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, 80 Ribu di Antara Mereka Berusia di Bawah 10 Tahun

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, dengan sekitar 80 ribu di antaranya berusia di bawah 10 tahun. Hal ini menjadi...

Daniel Saputra 14 May 2026 3 pembaca news.republika.co.id news.republika.co.id
Menteri Komunikasi Ungkap 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, 80 Ribu di Antara Mereka Berusia di Bawah 10 Tahun
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa hampir 200 ribu anak di Indonesia telah terpapar judi online, yang sering disebut sebagai judol. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun. Angka ini menjadi sebuah alarm yang sangat serius terkait masa depan generasi bangsa.

Judol Sebagai Ancaman Serius

Meutya menegaskan bahwa judi online bukan hanya sekadar hiburan digital, tetapi merupakan ancaman yang dapat merusak ekonomi keluarga, memicu kekerasan dalam rumah tangga, memecah belah hubungan sosial, serta menghancurkan masa depan anak-anak. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan bahaya ini.

Pentingnya Edukasi dan Literasi Digital

“Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang. Karena itu, kita semua harus menjadi garda edukasi, saling mengingatkan, serta melindungi keluarga dan anak-anak kita dari maraknya praktik ilegal ini,” ujar Meutya dalam keterangannya pada Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, usaha untuk memberantas judi online tidak hanya cukup dengan memutus akses dan melakukan penindakan hukum. Pemerintah juga berupaya untuk memperkuat literasi digital dan melibatkan seluruh masyarakat sebagai benteng utama dalam pencegahan.

“Kita tidak hanya menutup akses atau melakukan takedown. Yang terpenting adalah menjangkau masyarakat luas dengan fakta-fakta ini, sehingga kesadaran tumbuh dari dalam keluarga dan komunitas,” tambahnya.

Artikel Terkait