Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kebutuhan mendesak untuk memperbaiki 5 ribu puskesmas yang berasal dari era kepemimpinan Presiden Soeharto. Pernyataan tersebut disampaikan pada acara penyerahan dana sebesar Rp10,2 triliun yang merupakan hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH di Kejaksaan Agung pada Rabu, 13 Mei.
Prabowo menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 10 ribu puskesmas yang belum mengalami peremajaan selama lebih dari 30 tahun. "Saya baru berkeliling ke daerah terpencil, dapat laporan dari menteri kesehatan kita punya 10.000 puskesmas sejak zamannya pak Harto 30 tahun Puskesmas tersebut belum pernah diperbaiki," tuturnya.
Anggaran untuk Perbaikan Puskesmas
Dalam kesempatan itu, Prabowo meminta agar dana yang diserahkan oleh Satgas PKH dapat digunakan untuk memperbaiki 5 ribu puskesmas, dengan asumsi setiap puskesmas memerlukan biaya sekitar Rp2 miliar. "Kau butuh uang berapa 10 ribu untuk diperbaiki, kira kira satu puskesmas Rp2 miliar. Jadi kita butuh kurang lebih Rp20 triliun. Saudara-saudara hari ini artinya kita bisa selesaikan 5 ribu puskesmas Rp10 triliun," ujarnya.
Pemanfaatan Dana untuk Sektor Pendidikan
Selain untuk puskesmas, Prabowo juga menekankan bahwa dana dari Satgas PKH akan digunakan untuk memperbaiki sekolah-sekolah dan madrasah, yang prosesnya telah dimulai secara bertahap sejak tahun lalu. "Dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan uang-uang tersebut akan hilang dimakan koruptor dan para maling perampok tersebut," ungkapnya.