Jakarta, CNN Indonesia -- Ronald Sinaga, yang dikenal sebagai Bro Ron dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menjadi korban pemukulan oleh dua individu yang mengaku sebagai petugas keamanan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5). Insiden ini menarik perhatian setelah diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, melalui akun Instagram-nya.
Sahroni meminta agar aparat hukum mengambil tindakan tegas terhadap tindakan premanisme yang tidak boleh dibiarkan. Ia menjelaskan bahwa pemukulan terjadi saat Ronald terlibat dalam proses mediasi di kantor salah satu firma hukum yang dikenal olehnya. "Bro Ron digebuk dalam proses mediasi karena ia mengenal lawfirm tersebut," ungkap Sahroni.
Lebih lanjut, Sahroni mengungkapkan bahwa pelaku pemukulan merupakan orang yang disewa untuk melakukan pengamanan selama audiensi yang dihadiri Ronald dan koleganya. Ia menegaskan bahwa penggunaan jasa keamanan yang tidak profesional dapat berujung pada tindakan kriminal. "Lawfirm atau apapun jangan dibiasakan sewa DC atau apapun yang terkait backingan mengatasnamakan untuk lakukan kejahatan," tegasnya.
Dalam penjelasannya, Ronald menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi saat ia mendampingi koleganya yang merupakan karyawan dari PT SKS dalam audiensi terkait dugaan penggelapan dana sebesar Rp9 miliar. Kolega Ronald menuntut penjelasan mengenai dana perusahaan yang hilang tanpa kejelasan dari pimpinan firma tersebut.
Awalnya, Ronald dan beberapa karyawan lainnya melakukan aksi di kantor firma hukum tersebut. Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, tiga orang yang mengaku sebagai petugas keamanan meminta mereka untuk meninggalkan gedung, yang kemudian memicu cekcok. "Tapi akhirnya tiga oknum ini berhasil dipukul mundur oleh anggota Polsek Menteng yang sudah duluan hadir di lokasi," jelas Ronald.
Setelah kejadian tersebut, tiga petugas keamanan kembali muncul dan terlibat cekcok yang berujung pada pemukulan. "15 menit kemudian, 3 oknum ini naik kembali ke lantai 4, seketika mulai lagi cekcok. Cekcok sekitar 10 detik setelah mereka muncul dari tangga, terjadilah pemukulan seperti di video," tambah Ronald.
Saat ini, pelaku pemukulan telah ditangkap oleh Polsek Menteng, dan dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini diharapkan segera terungkap.