s);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-V5JDWN1R81');
🔴 Breaking
--- Prancis Melaju ke Semifinal Thomas Cup 2026 Setelah Kalahkan Jepang --- CEO Sassuolo Mengakui Kesulitan Pertahankan Ismael Kone di Tengah Minat AC Milan Mahasiswa MPI UIN Saizu Berhasil Publikasikan Artikel di Jurnal SINTA 3 Trump Sebut AS Memiliki Dua Pilihan Setelah Menolak Proposal Damai Iran Fabio Lefundes Mengungkap Kunci Sukses Borneo FC dalam Persaingan Puncak Klasemen Super League Leeds United Menang 3-1 atas Burnley, Dekati Keberlangsungan di Premier League --- Trump Menyatakan Ketidakpuasan Terhadap Proposal Damai Iran --- --- Yoane Wissa Terkesan dengan Performa Joe Willock di Latihan Newcastle United --- Polisi Amankan Mahasiswa Diduga Bawa Senjata Tajam Saat Aksi May Day Identitas Terduga Pelaku Pembunuhan Lansia di Pekanbaru Terungkap --- Prancis Melaju ke Semifinal Thomas Cup 2026 Setelah Kalahkan Jepang --- CEO Sassuolo Mengakui Kesulitan Pertahankan Ismael Kone di Tengah Minat AC Milan Mahasiswa MPI UIN Saizu Berhasil Publikasikan Artikel di Jurnal SINTA 3 Trump Sebut AS Memiliki Dua Pilihan Setelah Menolak Proposal Damai Iran Fabio Lefundes Mengungkap Kunci Sukses Borneo FC dalam Persaingan Puncak Klasemen Super League Leeds United Menang 3-1 atas Burnley, Dekati Keberlangsungan di Premier League --- Trump Menyatakan Ketidakpuasan Terhadap Proposal Damai Iran --- --- Yoane Wissa Terkesan dengan Performa Joe Willock di Latihan Newcastle United --- Polisi Amankan Mahasiswa Diduga Bawa Senjata Tajam Saat Aksi May Day Identitas Terduga Pelaku Pembunuhan Lansia di Pekanbaru Terungkap
Peristiwa

Trump Sebut AS Memiliki Dua Pilihan Setelah Menolak Proposal Damai Iran

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap proposal damai terbaru dari Iran, menyatakan bahwa AS kini memiliki dua opsi untuk mengakhiri konflik dengan negara tersebut.

Zidan Alfarezi

Penulis

02 May 2026
2 kali dibaca
Trump Sebut AS Memiliki Dua Pilihan Setelah Menolak Proposal Damai Iran
Foto: Donald Trump (Andrew Harnik/Getty Images)

Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap proposal damai terbaru yang diajukan oleh Iran. Dalam pernyataannya, Trump menyatakan bahwa saat ini AS memiliki dua opsi untuk mengakhiri perang dengan Iran.

Trump menjelaskan bahwa pilihan pertama adalah melakukan serangan besar-besaran untuk menghancurkan Iran secara permanen. Sementara itu, pilihan kedua adalah mengambil jalur negosiasi untuk mengakhiri konflik. "Ada beberapa pilihan," ujar Trump, seperti dilansir dari CNN International pada Sabtu (2/5/2026). Dia menegaskan, "Apakah kita ingin langsung membombardir mereka habis-habisan dan menghancurkan mereka selamanya? Atau apakah kita ingin mencoba mencapai kesepakatan? Itulah pilihannya." Meskipun demikian, Trump menyatakan bahwa ia lebih memilih untuk mengedepankan upaya negosiasi, dengan alasan kemanusiaan.

Negosiasi antara Iran dan AS sempat terhenti, namun Iran baru-baru ini mengirimkan proposal damai terbaru sebagai langkah untuk melanjutkan pembicaraan. Menurut keterangan dari kantor berita Republik Iran, IRNA, pada Kamis malam, Iran telah menyampaikan teks proposal tersebut kepada Pakistan, yang bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan dengan AS. Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga melakukan panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari beberapa negara untuk membahas inisiatif terbaru Iran dalam mengakhiri perang.

Dengan situasi yang terus berkembang, perhatian kini tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil oleh kedua belah pihak dalam usaha mencapai perdamaian.

Artikel Terkait