Makassar, CNN Indonesia -- Polisi mengamankan seorang pria yang diduga mahasiswa berinisial MFFRS (20) setelah ditemukan membawa senjata tajam berupa badik dan parang yang disimpan di sadel sepeda motornya saat mengikuti aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, menjelaskan bahwa mahasiswa tersebut terdeteksi saat berkendara dengan cara yang ugal-ugalan dan menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. "Iya ada sekelompok mahasiswa datang dengan berkendara ugal-ugalan dan gerak-geriknya mencurigakan," ungkap Gaffar pada Jumat (1/5).
Mahasiswa tersebut dihentikan oleh polisi saat menuju lokasi unjuk rasa di bawah jembatan Flyover. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan senjata tajam di motornya. "Saat diperiksa ditemukan satu badik beserta sarungnya dan satu parang yang disimpan di bawah sadel motor," tambah Gaffar.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah mahasiswa tersebut berencana bergabung dalam aksi tersebut. Saat ini, kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengetahui motif di balik kepemilikan senjata tajam tersebut. "Dia mengakui parang dan badik itu miliknya dan dibawa saat mengikuti rombongan," jelas Gaffar.
Ke depannya, pihak kepolisian akan melanjutkan penyelidikan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai situasi ini.