Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal damai terbaru yang diterima dari Iran. Menurut Trump, tawaran tersebut tidak sesuai dengan kepentingan yang diharapkan oleh AS.
Pernyataan ini disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Jumat, 1 Mei 2026. Dalam komentarnya, Trump meragukan keseriusan Iran dalam mencapai kesepakatan damai dengan AS. "Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan," ungkapnya.
Trump juga menyoroti adanya perpecahan di dalam pemerintahan Iran, menyebutkan bahwa terdapat dua hingga empat kelompok dengan pandangan yang berbeda. "Kepemimpinannya sangat terpecah-pecah," tambahnya. Ia mencatat bahwa meskipun ada keinginan untuk membuat kesepakatan, situasi internal di Iran membuat proses tersebut menjadi kacau.
Menanggapi pertanyaan mengenai langkah selanjutnya dari AS, Trump menegaskan bahwa negosiasi akan tetap menjadi prioritas. Sebelumnya, Iran telah mengirimkan proposal terbaru untuk melanjutkan negosiasi yang sempat terhenti, dengan menggunakan Pakistan sebagai mediator dalam pembicaraan tersebut.
Dalam perkembangan terkait, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari beberapa negara, termasuk Arab Saudi dan Qatar, untuk membahas inisiatif terbaru Iran dalam mengakhiri konflik yang ada.