s);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-V5JDWN1R81');
🔴 Breaking
PSS Sleman Siap Berjuang Menuju Liga 1 Setelah Terhindar dari Degradasi Tiket Final Coppa Italia Lazio vs Inter Terjual 5.000 Dalam 24 Jam Prabowo Mengeluarkan Perpres tentang Satuan Tugas Mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh Detik-detik Pembunuhan Sadis Terhadap Lansia di Pekanbaru Terekam CCTV --- Indonesia Tantang Korea di Semifinal Uber Cup 2026, Mampukah Sejarah Terulang? --- Yoane Wissa Tidak Berniat Tinggalkan Newcastle United Meski Ada Tawaran Jual Diklat Administrasi 2026 UIN Saizu Tingkatkan Profesionalisme Mahasiswa Iran Tegaskan Mojtaba Khamenei Sehat, Terlibat dalam Negosiasi dengan AS Bhayangkara FC Terima Pelajaran Berharga Usai Kalah dari Persib Bandung --- Dani Ceballos Resmi Tinggalkan Real Madrid Setelah Konflik Internal --- PSS Sleman Siap Berjuang Menuju Liga 1 Setelah Terhindar dari Degradasi Tiket Final Coppa Italia Lazio vs Inter Terjual 5.000 Dalam 24 Jam Prabowo Mengeluarkan Perpres tentang Satuan Tugas Mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh Detik-detik Pembunuhan Sadis Terhadap Lansia di Pekanbaru Terekam CCTV --- Indonesia Tantang Korea di Semifinal Uber Cup 2026, Mampukah Sejarah Terulang? --- Yoane Wissa Tidak Berniat Tinggalkan Newcastle United Meski Ada Tawaran Jual Diklat Administrasi 2026 UIN Saizu Tingkatkan Profesionalisme Mahasiswa Iran Tegaskan Mojtaba Khamenei Sehat, Terlibat dalam Negosiasi dengan AS Bhayangkara FC Terima Pelajaran Berharga Usai Kalah dari Persib Bandung --- Dani Ceballos Resmi Tinggalkan Real Madrid Setelah Konflik Internal ---
Peristiwa

Detik-detik Pembunuhan Sadis Terhadap Lansia di Pekanbaru Terekam CCTV

Seorang wanita berusia 60 tahun, Deniwati Boru Sitio, ditemukan tewas diduga dibunuh secara brutal di rumahnya di Pekanbaru, dengan rekaman CCTV yang mengungkapkan detik-detik kejadian.

Theresia Okta Anindya

Penulis

01 May 2026
2 kali dibaca
Detik-detik Pembunuhan Sadis Terhadap Lansia di Pekanbaru Terekam CCTV
Foto: Momen lansia di Pekanbaru tewas usai dipukul berkali-kali oleh perampok terekam CCTV (tangkapan layar CCTV)

Pekanbaru - Deniwati Boru Sitio, seorang wanita berusia 60 tahun, diduga tewas dibunuh dengan cara yang sangat kejam di kediamannya yang terletak di Jalan Kurnia, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Kejadian tragis ini terekam oleh kamera CCTV yang ada di rumah korban.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat sebuah mobil hitam yang diparkir di depan rumah Deniwati. Seorang wanita berpakaian kaus hitam memasuki rumah diikuti oleh seorang wanita berjaket hoodie dan dua pria. Tak lama setelah itu, Deniwati keluar dari kamarnya dan menyambut kedatangan tamunya. Wanita berkaus hitam kemudian menyalaminya dan Deniwati duduk di kursi untuk berbincang. Namun, situasi berubah menjadi mengerikan ketika salah satu pria yang mengenakan kaus abu-abu dan masker tiba-tiba menyerang Deniwati dengan balok kayu, menghantam kepalanya berkali-kali hingga korban terjatuh. Para pelaku sempat melihat ke arah CCTV sebelum salah satu dari mereka merusak kamera tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyatakan bahwa pembunuhan tersebut terjadi pada Rabu, 29 April, sekitar pukul 11.00 WIB, dan saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kombes Pandra menegaskan bahwa dari rekaman CCTV, terlihat jelas bahwa Deniwati dibunuh. Deniwati diketahui memiliki empat orang anak, di antaranya Arnold, Irfan, dan Rutnah.

Pandra juga menjelaskan bahwa menantu Deniwati, yang menikah pada tahun 2022, tidak pernah tinggal di rumah tersebut dan hanya berkomunikasi dengan korban setelah meninggalkan rumah pada tahun 2023. Pada 8 April 2026, suami Deniwati, Pak Salmon, menemukan bahwa kamar utama mereka telah dicongkel, yang kemudian memicu kecurigaan dan pemasangan CCTV pada tanggal 9 April 2026.

Pihak kepolisian melibatkan tim teknis seperti Inafis dan DVI Polda Riau dalam penyelidikan ini. Selain itu, mereka juga memberikan dukungan psikologis kepada keluarga korban, mengingat dampak emosional yang ditimbulkan oleh peristiwa ini. Kombes Pandra menambahkan bahwa mereka berusaha untuk memberikan trauma healing kepada keluarga Deniwati.

Motif dari pembunuhan ini masih dalam penyelidikan, namun dilaporkan bahwa sejumlah barang berharga milik korban hilang, termasuk cincin, perhiasan, paspor, dan uang sejumlah SGD 400.

Artikel Terkait