Pekanbaru - Deniwati Boru Sitio, seorang wanita berusia 60 tahun, diduga tewas dibunuh dengan cara yang sangat kejam di kediamannya yang terletak di Jalan Kurnia, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Kejadian tragis ini terekam oleh kamera CCTV yang ada di rumah korban.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat sebuah mobil hitam yang diparkir di depan rumah Deniwati. Seorang wanita berpakaian kaus hitam memasuki rumah diikuti oleh seorang wanita berjaket hoodie dan dua pria. Tak lama setelah itu, Deniwati keluar dari kamarnya dan menyambut kedatangan tamunya. Wanita berkaus hitam kemudian menyalaminya dan Deniwati duduk di kursi untuk berbincang. Namun, situasi berubah menjadi mengerikan ketika salah satu pria yang mengenakan kaus abu-abu dan masker tiba-tiba menyerang Deniwati dengan balok kayu, menghantam kepalanya berkali-kali hingga korban terjatuh. Para pelaku sempat melihat ke arah CCTV sebelum salah satu dari mereka merusak kamera tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyatakan bahwa pembunuhan tersebut terjadi pada Rabu, 29 April, sekitar pukul 11.00 WIB, dan saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kombes Pandra menegaskan bahwa dari rekaman CCTV, terlihat jelas bahwa Deniwati dibunuh. Deniwati diketahui memiliki empat orang anak, di antaranya Arnold, Irfan, dan Rutnah.
Pandra juga menjelaskan bahwa menantu Deniwati, yang menikah pada tahun 2022, tidak pernah tinggal di rumah tersebut dan hanya berkomunikasi dengan korban setelah meninggalkan rumah pada tahun 2023. Pada 8 April 2026, suami Deniwati, Pak Salmon, menemukan bahwa kamar utama mereka telah dicongkel, yang kemudian memicu kecurigaan dan pemasangan CCTV pada tanggal 9 April 2026.
Pihak kepolisian melibatkan tim teknis seperti Inafis dan DVI Polda Riau dalam penyelidikan ini. Selain itu, mereka juga memberikan dukungan psikologis kepada keluarga korban, mengingat dampak emosional yang ditimbulkan oleh peristiwa ini. Kombes Pandra menambahkan bahwa mereka berusaha untuk memberikan trauma healing kepada keluarga Deniwati.
Motif dari pembunuhan ini masih dalam penyelidikan, namun dilaporkan bahwa sejumlah barang berharga milik korban hilang, termasuk cincin, perhiasan, paspor, dan uang sejumlah SGD 400.