Jakarta - Iran mengumumkan bahwa pemimpin tertinggi mereka, Mojtaba Khamenei, berada dalam keadaan sehat dan terlibat dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan setelah adanya laporan mengenai cedera yang dialaminya akibat serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Ulama senior Iran, Mohsen Qomi, menjelaskan bahwa meskipun Mojtaba mengalami luka, ia masih dalam perawatan dan belum muncul di publik sejak dilantik sebagai pemimpin tertinggi pada 8 Maret. Selama ini, komunikasi publiknya terbatas pada pernyataan tertulis, yang menimbulkan spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.
Qomi menanggapi klaim AS dan Israel yang menyatakan bahwa Mojtaba terluka akibat serangan tersebut. Ia menyebut pernyataan itu sebagai taktik musuh untuk meruntuhkan semangat rakyat Iran. "Ini adalah tipuan musuh. Mereka ingin mengatakan: mengapa dia tidak muncul? Mengapa dia tidak mengirim pesan suara atau pesan belasungkawa?" ungkap Qomi.
Wakil Urusan Internasional Iran ini menegaskan bahwa Mojtaba Khamenei dalam keadaan baik dan aktif terlibat dalam setiap proses negosiasi dengan AS. Ia juga menyampaikan bahwa Mojtaba telah memberikan instruksi kepada tim negosiasi mengenai langkah-langkah yang harus diambil dalam berbagai situasi. "Beliau sepenuhnya menyadari dan mengendalikan masalah ini," tambah Qomi.
Dengan pernyataan ini, Iran menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan diplomatik dengan AS, sambil menegaskan kondisi kesehatan pemimpin tertinggi mereka.