Ratchanok Intanon, pemain bulu tangkis peringkat tujuh dunia, menunjukkan performa yang mengesankan di TOYOTA Thailand Open 2026 meskipun masih merasakan cedera pada lutut kanannya. Dalam pertandingan ini, ia berhasil melaju ke perempat final setelah mengalahkan Thalita Ramadhani Wiryawan, seorang pemain muda berbakat dari Indonesia.
Intanon mengalami cedera saat mengikuti Indonesia Masters pada bulan Januari dan mengungkapkan bahwa ia belum sepenuhnya pulih. Meskipun demikian, ia memilih untuk tidak berusaha tampil dalam kondisi 100 persen, karena merasa bahwa kemampuannya tetap dapat bersinar dalam keadaan tersebut. Dalam pertandingan melawan Thalita, Intanon menunjukkan keahliannya dalam mengarahkan kok ke berbagai sudut lapangan, meskipun Thalita tampil gigih, ia kesulitan mengendalikan kok dan akhirnya Intanon menang dengan skor 21-16, 19-21, 21-15.
Perjuangan dan Strategi Intanon
Setelah pertandingan, Intanon menyatakan, “Saya masih belum terlalu bugar, dan saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan, 80 atau 90 persen. Saya tidak berharap untuk 100 persen karena terkadang ketika saya 100 persen bugar, saya tidak bisa bermain dengan kualitas yang baik. Terkadang itu tergantung pada mentalitas.” Ia juga menambahkan bahwa ia mengalami kesulitan dalam menemukan ritme permainan, terutama karena ini adalah pertama kalinya ia bertanding melawan Thalita.
“Terkadang saya kesulitan menemukan ritme, karena ini pertama kalinya saya bermain melawannya, dan saya tidak yakin kapan saya harus meningkatkan tempo. Karena dia mencoba bermain lambat, tetapi terkadang, ketika saya bermain lebih cepat, dia sudah menunggu saya. Jadi terkadang saya harus berjuang dengan diri sendiri tentang apa yang harus saya lakukan, tetapi saya pikir menang atau kalah, ini seperti latihan,” ujarnya.
Pengalaman di Thailand Open
Ratchanok Intanon memiliki sejarah panjang di Thailand Open, di mana ia pertama kali berpartisipasi 18 tahun yang lalu. Ia mengalami kekalahan di babak kualifikasi pada tahun 2008, namun berhasil mencapai final pada tahun 2012 dan meraih gelar juara di tahun 2013 dan 2017. Ia juga mencapai final lagi pada tahun 2019. Stadion Nimibutr merupakan tempat yang sangat familiar baginya.
“Saya selalu senang bermain di sini, meskipun terkadang saya bermain di bawah tekanan, tetapi saya senang bisa bermain di perempat final tahun ini, bisa bermain meskipun cedera. Saya harus menghadapi kondisi saya, jadi saya akan menjaga diri dan berharap tidak semakin parah,” ungkapnya.
Intanon juga menjelaskan pentingnya kecepatan dalam permainannya, “Jika saya mempertahankan kecepatan yang baik, saya dapat mengontrol kok saat melayang karena saya percaya, dengan kemampuan tangan saya, saya dapat mengontrol kok, tetapi juga gaya permainan saya adalah menyerang, dan ketika Anda menyerang, jika kok memiliki kecepatan lebih tinggi, kita mendapatkan peluang lebih besar untuk memenangkan poin.”
Ia menambahkan bahwa dalam dunia bulu tangkis, adaptasi terhadap perubahan sangat penting. “Setiap tahun dan setiap hari terkadang arah angin berubah. Saya merasa harus menghadapinya, dan lawan juga harus mengendalikan dan beradaptasi. Jika Anda ingin menjadi pemain yang baik, Anda harus cepat beradaptasi,” tutupnya.