s);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-V5JDWN1R81');
🔴 Breaking
Peristiwa

Peran Empat Tersangka dalam Pembunuhan Sadis Lansia di Pekanbaru Terungkap

Polisi mengungkap peran empat tersangka dalam kasus pembunuhan lansia Dumaris Boru Sitio di Pekanbaru, Riau, dengan menantu korban sebagai otak pelaku.

Theresia Okta Anindya

Penulis

03 May 2026
2 kali dibaca
Peran Empat Tersangka dalam Pembunuhan Sadis Lansia di Pekanbaru Terungkap
Pelaku pembunuhan lansia di Pekanbaru (dok istimewa)

Pekanbaru - Kepolisian mengungkapkan peran dari empat tersangka yang terlibat dalam pembunuhan sadis terhadap Dumaris Boru Sitio (60) di Kota Pekanbaru, Riau. Anisa Florensa, yang merupakan menantu korban, diduga menjadi otak dari aksi tersebut. Tiga tersangka lainnya adalah Selamet, Erwandi alias Iwan, dan Lisbet. Awalnya, mereka merencanakan perampokan, namun rencana tersebut berujung pada pembunuhan.

"Awalnya ingin merampok, tapi di jalan berubah pikiran," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra pada Minggu (3/5/2026). Anisa Florensa, yang memiliki hubungan dekat dengan Lisbet, meminta bantuan Lisbet untuk melakukan perampokan di rumah mertuanya. Keduanya telah bersahabat sejak SMP di Sumatera Utara dan menyewa kendaraan dari Aceh untuk melakukan aksi tersebut, yang kini menjadi barang bukti.

Di Pekanbaru, keempat pelaku telah merencanakan aksi mereka sebanyak empat kali dengan melakukan survei lokasi. Mereka memastikan tidak ada kecurigaan dari korban yang memiliki hubungan baik dengan mereka. Meskipun pernikahan antara anak pertama korban dan Anisa berlangsung pada tahun 2022, Anisa keluar dari rumah tersebut pada tahun 2023, meskipun belum bercerai.

Selamet berperan sebagai eksekutor dalam pembunuhan tersebut, memukul korban menggunakan balok kayu hingga lima kali. "Pemukulan tidak cukup sekali dan tidak hanya mengarah ke kepala," jelasnya, menambahkan bahwa korban akhirnya meninggal dunia dan dibawa ke kamar mandi.

Sebelumnya, Dumaris ditemukan tewas di rumahnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, pada Rabu (29/4) siang oleh suaminya, Salmon Mena, dalam keadaan bersimbah darah. Rekaman CCTV menunjukkan jejak para pelaku, termasuk Anisa yang diduga masuk ke halaman rumah sebelum kejadian. Situasi saat itu tampak normal hingga salah satu pria memukulkan kayu balok ke kepala korban.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, dan pihak kepolisian berupaya mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk menuntaskan kasus pembunuhan ini.

Artikel Terkait