Jakarta, CNN Indonesia -- Supir taksi Green SM berinisial RRP telah menjalani tes urine setelah terlibat kecelakaan dengan KRL jurusan Cikarang-Jakarta di Bekasi Timur. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan oleh penyidik setelah insiden kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL tersebut.
Budi menyatakan bahwa hasil tes urine menunjukkan bahwa RRP tidak dalam pengaruh minuman keras atau narkotika saat kejadian. "Ya, itu (tes urine) sudah dilakukan, tidak (dalam pengaruh alkohol)," ujarnya kepada wartawan.
Selain RRP, yang masih berstatus sebagai saksi meskipun kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan, penyidik juga telah memeriksa 30 orang lainnya. Mereka terdiri dari penjaga palang, saksi di lokasi, korban, serta petugas operasional PT KAI yang mengetahui peristiwa tersebut.
Menurut keterangan resmi dari Kementerian Perhubungan, insiden bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertabrak mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Akibat kecelakaan ini, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181, karena terhenti dari jadwal reguler.
Sebagai dampak dari peristiwa tersebut, petugas juga memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang menuju Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti. Akibat kecelakaan ini, sebanyak 16 penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia, sementara 90 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan memerlukan perawatan medis.