Update
Peluang Emas Tuan Rumah di Malaysia Masters 2026 Inovasi Daun Krokot Menjadi Mie Kremez yang Bergizi dari Mahasiswi UNY Kementerian Perindustrian Kolaborasi dengan Perusahaan Tiongkok untuk Proyek Pengelolaan Limbah di Lima Kawasan Industri Presiden Tegaskan Pentingnya Penegakan Hukum untuk Melindungi Kekayaan Negara Penerapan Alat Kesehatan Pintar Berbasis IoT di Rumah Sakit Meningkat, Seberapa Efektif? Mengenalkan Keajaiban Ilmu Atmosfer dan Astronomi kepada Siswa Lampung Timur Kementerian ESDM Mempercepat Proses Persetujuan RKAB Batubara 2026 dengan Peningkatan Standar Dokumen --- Prabowo: Mereka yang Melawan Satgas PKH Takut pada Kebenaran --- Pertemuan Presiden RI dengan Dirjen Rosatom Bahas Kerja Sama Nuklir Damai Film “Pesta Babi” Dinilai Buta Geopolitik dan Berpotensi Bangun Narasi Anti-NKRI Peluang Emas Tuan Rumah di Malaysia Masters 2026 Inovasi Daun Krokot Menjadi Mie Kremez yang Bergizi dari Mahasiswi UNY Kementerian Perindustrian Kolaborasi dengan Perusahaan Tiongkok untuk Proyek Pengelolaan Limbah di Lima Kawasan Industri Presiden Tegaskan Pentingnya Penegakan Hukum untuk Melindungi Kekayaan Negara Penerapan Alat Kesehatan Pintar Berbasis IoT di Rumah Sakit Meningkat, Seberapa Efektif? Mengenalkan Keajaiban Ilmu Atmosfer dan Astronomi kepada Siswa Lampung Timur Kementerian ESDM Mempercepat Proses Persetujuan RKAB Batubara 2026 dengan Peningkatan Standar Dokumen --- Prabowo: Mereka yang Melawan Satgas PKH Takut pada Kebenaran --- Pertemuan Presiden RI dengan Dirjen Rosatom Bahas Kerja Sama Nuklir Damai Film “Pesta Babi” Dinilai Buta Geopolitik dan Berpotensi Bangun Narasi Anti-NKRI

Pengedar Narkoba: ASN Cilegon Terlibat dalam Jaringan Sabu untuk Biaya Pribadi

Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Cilegon ditangkap karena terlibat dalam pengedaran sabu, menjadikannya pelaku narkoba untuk mendapatkan keuntungan dan barang secara gratis.

Gilang Bagas Baskara 13 April 2026 17 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Pengedar Narkoba: ASN Cilegon Terlibat dalam Jaringan Sabu untuk Biaya Pribadi
cnnindonesia.com

Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Cilegon, Banten, ditangkap pihak berwajib karena diduga terlibat dalam pengedaran narkotika jenis sabu. Kasus ini menarik perhatian publik karena pelakunya adalah seorang pegawai negeri yang seharusnya memberikan contoh baik kepada masyarakat. ASN yang berinisial AL tersebut diduga menjalankan aktivitas ilegal ini demi mendapatkan obat terlarang secara gratis dan keuntungan finansial sebesar Rp1 juta.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap AL berlangsung pada Rabu malam. Tim khusus yang dibentuk untuk menangani kasus narkoba berhasil mengamankan AL di salah satu lokasi di Cilegon. Penangkapan ini merupakan hasil dari operasi yang sudah berlangsung selama beberapa minggu, bertujuan untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut.

"Kami telah mengawasi gerak-gerik tersangka selama beberapa waktu dan akhirnya kami berhasil menangkapnya. Kami menemukan sejumlah barang bukti berupa sabu-sabu yang disimpan dalam kemasan kecil," ucap Kasatresnarkoba Polres Cilegon, AKP Indra. Dalam keterangan lebih lanjut, Indra menjelaskan bahwa AL tidak hanya berperan sebagai pengedar, tetapi juga merupakan pengguna aktif narkoba.

Pengakuan dari AL mengungkapkan bahwa motivasinya terlibat dalam bisnis narkoba adalah untuk mendapatkan sabu secara gratis dan demi mendapatkan uang tambahan. "Saya tidak memiliki cukup uang untuk membeli sabu, jadi saya berpikir untuk menjualnya agar bisa mendapatkannya tanpa biaya. Saya tidak menyangka bahwa ini akan berujung seperti ini," ungkap AL ketika diperiksa oleh pihak kepolisian.

Kasus ini memicu keprihatinan di kalangan masyarakat, terutama mengingat posisi ASN yang seharusnya menjadi panutan. Tokoh masyarakat setempat, Budi, menyatakan, “Ini adalah pengingat bahwa peredaran narkoba dapat menjangkau siapa saja, termasuk pegawai negeri. Kami mendukung penuh upaya aparat untuk memberantas narkoba di daerah ini.”

Kepolisian memastikan bahwa mereka akan terus menelusuri jaringan yang lebih besar di balik aktivitas AL. Selain itu, mereka juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak buruk narkoba dan berupaya melaporkan apabila mengetahui adanya kegiatan mencurigakan. Penangkapan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam upaya pemberantasan narkoba yang lebih luas di Kota Cilegon.

Dengan adanya penangkapan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku lain dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masalah narkoba. Pihak kepolisian berjanji akan melanjutkan investigasi untuk mengungkap lebih banyak pelaku yang terlibat dalam jaringan ini dan memastikan bahwa mereka yang melakukan kejahatan akan dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait