JAKARTA, iNews.id – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam sektor pendidikan harus dilakukan dengan hati-hati agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Muhammad Reza Erfit, seorang konten kreator AI dan pendiri Rumus Muda, menekankan pentingnya penggunaan teknologi ini dalam proses belajar dengan cara yang bijak.
Reza mengungkapkan bahwa AI seharusnya tidak dijadikan sebagai alat untuk memperoleh jawaban secara instan. Sebaliknya, teknologi ini harus digunakan sebagai pendukung untuk memperdalam pemahaman siswa setelah mereka melakukan proses berpikir secara mandiri. Pernyataan ini disampaikan Reza dalam sebuah diskusi bertajuk “Peta Pendidikan Indonesia; Sudah Sampai Di mana Pendidikan Indonesia” pada Hari Raya Pendidikan, Sabtu (2/5/2026).
Dia menjelaskan bahwa langkah awal yang harus diambil oleh siswa adalah berusaha memahami dan menyelesaikan masalah secara mandiri sebelum memanfaatkan AI. Pendekatan ini diyakini dapat menjaga aktivitas otak tetap optimal. “Berdasarkan penelitian, ketika kita menggunakan AI, neuron-neuron di otak kita yang aktif hanya sedikit dibandingkan jika kita berpikir sendiri terlebih dahulu, lalu mengkolaborasikannya dengan AI, neuron tersebut akan tetap aktif,” tuturnya.
Dengan demikian, penting bagi siswa untuk mengutamakan proses berpikir kritis sebelum bergantung pada teknologi. Ke depan, diharapkan penggunaan AI dalam pendidikan dapat lebih terarah dan efektif dalam mendukung pembelajaran.