s);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-V5JDWN1R81');
🔴 Breaking
Teknologi

Pakar Ingatkan Siswa Tentang Risiko Ketergantungan pada AI dalam Pendidikan

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan dapat menurunkan aktivitas otak siswa jika tidak digunakan dengan bijak, menurut seorang pakar. Hal ini menjadi perhatian penting di kalangan pendidi...

Ni Luh Ayu Sari

Penulis

02 May 2026
7 kali dibaca
Pakar Ingatkan Siswa Tentang Risiko Ketergantungan pada AI dalam Pendidikan
Advertisement

JAKARTA, iNews.id – Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam sektor pendidikan kini menarik perhatian serius. Muhammad Reza Erfit, seorang konten kreator AI dan pendiri Rumus Muda, mengingatkan bahwa penggunaan teknologi ini secara sembarangan dapat berpotensi mengurangi aktivitas otak siswa.

Reza menjelaskan bahwa hanya sebagian kecil neuron di otak yang aktif ketika siswa mengandalkan AI untuk mendapatkan jawaban secara instan. Ia menilai kondisi ini berbahaya jika dibiarkan tanpa pengawasan dalam proses pembelajaran di sekolah. Pernyataan tersebut disampaikan Reza usai diskusi bertajuk “Peta Pendidikan Indonesia; Sudah Sampai Di mana Pendidikan Indonesia” yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Lebih lanjut, Reza menegaskan bahwa penggunaan AI tidak sepenuhnya berdampak negatif. Ia menyatakan bahwa aktivitas otak siswa dapat meningkat jika mereka tetap mengedepankan proses berpikir kritis sebelum memanfaatkan AI sebagai alat bantu. “Berdasarkan penelitian, ketika kita menggunakan AI, neuron-neuron di otak kita itu yang aktif cuma sedikit dibandingkan dengan kita yang mau berpikir sendiri dulu baru nanti dikolaborasikan dengan AI, itu neuron itu bakal tetap aktif,” ujarnya.

Dengan demikian, penting bagi siswa untuk tetap melibatkan diri dalam proses berpikir kritis agar tidak tergantung pada teknologi. Ke depannya, perhatian terhadap penggunaan AI dalam pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengorbankan kemampuan berpikir siswa.

Artikel Terkait