Amalia Marsiati, yang berusia 44 tahun, telah merasakan dampak positif dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk dirinya dan keluarganya. Ketika anaknya mengalami demam tinggi yang tidak kunjung reda hingga hari ketiga meskipun sudah diberi obat penurun panas, Amalia segera membawanya ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat sebagai peserta JKN.
“Anak saya diminta untuk melakukan cek darah. Saat hasilnya keluar, ternyata trombositnya sangat rendah, sehingga dokter menyarankan untuk rawat inap di hari itu juga. Selama delapan hari kami bermalam di rumah sakit. Kami pulang setelah dokter memastikan bahwa kondisi anak saya benar-benar sudah sembuh,” ungkap Amalia.
Pelayanan Kesehatan yang Memuaskan
Amalia menceritakan bahwa pelayanan yang diberikan oleh dokter, perawat, dan tenaga medis di rumah sakit sangat memuaskan. Ia menegaskan bahwa tidak ada perbedaan perlakuan antara pasien yang membayar sendiri dan pasien yang menggunakan JKN. Amalia juga memiliki pengalaman sebelumnya terkait perawatan intensif di fasilitas kesehatan yang sama sebagai peserta JKN.
“Saya juga dulu pernah operasi kelenjar payudara. Prosesnya cepat dan mudah. FKTP memberikan rujukan, kemudian saya langsung datang ke rumah sakit, rawat inap. Keesokan harinya, saya dioperasi sama dokter bedah. Tiga hari kemudian, saat sudah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang. JKN ini sangat membantu bagi saya dan keluarga,” tambahnya.
Manfaat Aplikasi Mobile JKN
Amalia juga mengapresiasi pelayanan JKN yang dinilai sangat baik dan mudah. Ia merasa terbantu dengan adanya Aplikasi Mobile JKN yang memudahkan dirinya melakukan skrining riwayat kesehatan setiap tahun melalui salah satu fitur yang tersedia. “Saya bisa memantau kondisi kesehatan saya, apakah termasuk dalam kategori berisiko atau tidak. Bahkan, saat hasilnya sudah keluar, ada beberapa saran yang dapat dilakukan. Seperti, konsultasi dengan dokter di FKTP terdaftar, jika hasilnya berisiko. Caranya juga mudah, cukup dengan sekali klik, mengisi beberapa pertanyaan, lalu hasilnya langsung keluar,” jelas Amalia.
Tak hanya itu, Amalia juga memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk mendaftar ke fasilitas kesehatan melalui fitur antrean online. Aplikasi ini sangat efisien baginya karena ia tidak perlu datang langsung ke kantor dan meninggalkan pekerjaannya hanya untuk mengurus administrasi seperti memindahkan FKTP terdaftarnya.
“Saya ingin bisa sehat terus, sehingga iuran yang saya bayarkan dapat dimanfaatkan oleh orang yang benar-benar membutuhkan di luar sana. Saya juga menjamin iuran JKN saudara saya setiap bulan. Jika sudah punya JKN, rasanya tenang. Menurut saya, BPJS Kesehatan sudah memberikan pelayanan yang bagus dan mudah. Kalau kita mau mengikuti proses dan alur sesuai prosedur, semua gampang,” tutupnya.