Dalam pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions di Wanda Metropolitano, Arsenal harus puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Atletico Madrid. Gol penalti Viktor Gyokeres pada menit ke-44 berhasil disamakan oleh Julian Alvarez di awal babak kedua. Namun, pertandingan ini dipenuhi dengan kontroversi ketika Arsenal merasa seharusnya mendapatkan penalti kedua.
Mantan wasit Liga Premier, Mark Halsey, menilai bahwa Arsenal berhak mendapatkan penalti kedua setelah insiden yang melibatkan Eberechi Eze di kotak penalti. Eze terjatuh setelah bersentuhan dengan David Hancko, dan wasit Danny Makkelie awalnya menunjuk titik penalti. Keputusan ini memicu protes dari pihak Atletico Madrid.
Setelah intervensi VAR dan peninjauan di monitor, keputusan awal Makkelie dibatalkan, sehingga Arsenal kehilangan kesempatan untuk kembali memimpin. Pelatih Mikel Arteta mengungkapkan kekesalannya dalam konferensi pers pasca-pertandingan, menyatakan kemarahannya terhadap keputusan tersebut. Analis di studio TNT, termasuk Steven Gerrard dan Martin Keown, juga berpendapat bahwa penalti seharusnya diberikan.
Halsey menambahkan bahwa insiden tersebut jelas merupakan pelanggaran oleh Hancko terhadap Eze, dan tidak ada kesalahan yang jelas dari wasit dalam pengambilan keputusan awal. Ia juga mengkritik penggunaan VAR yang dinilainya terlalu teliti dalam situasi ini. Selain itu, Halsey menyoroti perilaku pelatih Atletico, Diego Simeone, yang dianggapnya tidak pantas, dan merasa heran mengapa ofisial keempat tidak mengambil tindakan lebih tegas terhadapnya.
Saat ini, Arsenal bersiap untuk menjamu Atletico di leg kedua pekan depan di Emirates Stadium. Sebelum itu, skuad asuhan Arteta akan menghadapi Fulham dalam lanjutan Liga Premier.