Tuesday, 01 September 2026
Peristiwa

Upaya Pencegahan Stunting Dimulai dari Keluarga

Pencegahan stunting pada anak harus dimulai dari lingkungan rumah dengan pemenuhan gizi yang seimbang, menurut ahli gizi dari Puskesmas Tanah Tinggi, dr. Een Resita. Orang tua diharapkan aktif memanta...

Z
Zidan Alfarezi
31 August 2026 20 pembaca
Foto: Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai

Ahli gizi dari Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten, dr. Een Resita, menegaskan bahwa pencegahan stunting pada anak sebaiknya dimulai dari rumah dengan memastikan pemenuhan gizi yang seimbang. Orang tua memiliki peran penting dalam memantau perkembangan anak secara rutin agar masalah pertumbuhan dapat terdeteksi lebih awal.

Menurut dr. Een, pemenuhan gizi keluarga tidak harus bergantung pada bahan makanan yang mahal. Bahan pangan lokal yang mudah diakses sehari-hari bisa menjadi sumber nutrisi yang baik jika dipilih dan diolah dengan benar. "Banyak menu lokal yang mudah didapat orang tua bagi anak dan memiliki nutrisi besar seperti nasi, telur, dan sayuran," ungkapnya di Tangerang.

Pentingnya Keragaman Makanan

Orang tua disarankan untuk memperhatikan tidak hanya jumlah makanan yang dikonsumsi anak, tetapi juga keragaman bahan pangan dalam menu sehari-hari. Makanan yang tersedia di sekitar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi anak tanpa membebani anggaran keluarga.

Peran Aktif Orang Tua dalam Pemantauan

dr. Een menekankan bahwa keberhasilan pendampingan gizi sangat bergantung pada keterlibatan aktif orang tua. Pemantauan berkala diperlukan untuk memantau perubahan berat badan, tinggi badan, dan kondisi kesehatan anak, sehingga masalah yang muncul dapat segera diatasi. "Melalui pemantauan dan pendampingan secara rutin, kita bisa mengetahui pertumbuhan anak dan bisa melakukan upaya intervensi lain jika diperlukan," jelasnya.

Pemantauan tersebut juga berfungsi untuk memastikan bahwa upaya perbaikan gizi yang dilakukan keluarga memberikan hasil yang diharapkan. Jika pertumbuhan anak tidak sesuai harapan, orang tua dapat segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Keluarga memiliki peran penting karena pola makan dan kebiasaan kesehatan anak sebagian besar dibentuk di rumah.

Oleh karena itu, edukasi gizi kepada orang tua menjadi bagian integral dalam upaya pemerintah untuk menekan angka stunting. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif. Pendekatan ini dilakukan dengan menempatkan keluarga sebagai elemen penting dalam pencegahan masalah kesehatan sejak dini.

Berbagai program yang berorientasi pada keluarga terus dilaksanakan, mulai dari percepatan penurunan stunting, pendampingan keluarga, hingga penguatan pelayanan posyandu. Intervensi juga dilakukan sejak masa calon pengantin dan berlanjut pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masa 1.000 HPK menjadi fokus dalam program yang dijalankan oleh Pemkot Tangerang, karena pendampingan tidak hanya diberikan ketika anak mengalami masalah pertumbuhan, tetapi juga untuk mencegah masalah sejak awal, termasuk sebelum kehamilan hingga masa awal kehidupan anak.

// Artikel Terkait