Friday, 03 July 2026
Hukum & Kriminal

Tragedi Penembakan di Lampung Terkait Undangan Khitanan

Seorang pria bernama Pendi (42) kehilangan nyawanya setelah ditembak oleh tetangganya, Andi Rustam, di Desa Negri Agung, Lampung Timur, pada Kamis (2/7). Insiden ini terjadi akibat perselisihan mengen...

S
Stephanie Marissa
03 July 2026 22 pembaca
Ilustrasi. Seorang warga, Pendi, tewas ditembak tetangganya, Andi Rustam, akibat perselisihan undangan khitanan. (Getty Images/iStockphoto/ugurhan)
Ilustrasi. Seorang warga, Pendi, tewas ditembak tetangganya, Andi Rustam, akibat perselisihan undangan khitanan. (Getty Images/iStockphoto/ugurhan)

Di Dusun 1 Desa Negri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur, seorang pria berusia 42 tahun bernama Pendi tewas setelah ditembak oleh tetangganya, Andi Rustam, pada Kamis, 2 Juli 2026. Insiden tragis ini dipicu oleh perselisihan terkait pembagian undangan untuk pesta khitanan anak Andi yang direncanakan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian bermula ketika Andi meminta Pendi untuk membantu menyebarkan undangan khitanan tersebut. Beberapa hari sebelumnya, Andi telah memberikan undangan kepada Pendi untuk disebarkan. Namun, karena Pendi mengalami kesulitan dalam membaca, ia memutuskan untuk menyerahkan undangan tersebut kepada temannya agar dapat dibagikan.

Penjelasan Pendi mengenai penyerahan undangan itu membuat Andi merasa tersinggung, yang kemudian memicu terjadinya salah paham antara keduanya. Ketegangan meningkat dan perdebatan sengit pun terjadi, hingga Andi, dalam keadaan emosi, mengeluarkan senjata api dan menembak Pendi.

Reaksi Warga dan Penanganan Polisi

Pendi langsung terjatuh di lokasi kejadian akibat luka tembak yang parah di bagian kepala dan tidak dapat diselamatkan sebelum mendapatkan pertolongan medis. Setelah insiden tersebut, Andi melarikan diri dari tempat kejadian. Warga yang mengetahui peristiwa itu segera melaporkannya kepada pihak kepolisian setempat.

Petugas dari Polsek Gunung Pelindung dan Polres Lampung Timur segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jenazah Pendi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi di sekitar lokasi.

Keluarga Korban Berharap Keadilan

Saat ini, kasus penembakan ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian, yang juga melakukan pencarian terhadap Andi. Hasan, seorang kerabat korban, mengonfirmasi bahwa Pendi telah meninggal dunia akibat penembakan tersebut. Ia mengetahui kejadian itu setelah dihubungi oleh paman Pendi pada siang hari.

Hasan menjelaskan bahwa pelaku dan korban sebenarnya memiliki hubungan keluarga, di mana istri Pendi merupakan sepupu dari Andi. Ia menambahkan bahwa saat ini jenazah Pendi masih berada di rumah sakit dan keluarga serta tetangga menunggu kedatangan jenazah untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP M Iksir, mengonfirmasi adanya penembakan tersebut, namun belum dapat memberikan rincian lebih lanjut mengenai kronologi atau motif dari insiden ini, karena masih dalam proses penyelidikan.

// Artikel Terkait