Sunday, 01 November 2026
Hukum & Kriminal

Tragedi di Pasar Kebayoran Lama: Balita Dibunuh oleh Orang Tua Sendiri

Seorang balita berusia 20 bulan, SF, ditemukan tewas setelah dibunuh oleh ibu kandung dan ayah tirinya di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/10).

Z
Zidan Alfarezi
01 November 2026 2 pembaca
Seorang anak yang baru berusia 20 bulan tewas dibunuh ayah tirinya AR (22) dan ibu kandungnya JM (20) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama. christianabella/Pixabay
Seorang anak yang baru berusia 20 bulan tewas dibunuh ayah tirinya AR (22) dan ibu kandungnya JM (20) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama. christianabella/Pixabay

Seorang anak berinisial SF yang baru berusia 20 bulan meninggal dunia akibat tindakan kejam yang dilakukan oleh ayah tirinya, AR (22), dan ibu kandungnya, JM (20), di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu, 31 Oktober.

Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam, menjelaskan bahwa peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di toilet umum. "Untuk pembunuhan itu, yang membunuh adalah kedua orang tuanya, ibu kandung dan ayah tiri. Kejadian pembunuhannya itu awalnya di toilet umum Pasar Kebayoran Lama," ungkapnya kepada wartawan pada Minggu, 1 November.

Pengungkapan Kasus Pembunuhan

Kejadian ini terungkap setelah pemilik toilet umum melaporkan adanya dugaan peristiwa sodomi. Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, terungkap bahwa itu adalah kasus pembunuhan. "Dari hasil penyelidikan, setelah menghabisi nyawa korban di toilet, kedua pelaku kemudian memesan taksi online dengan tujuan ke Palmerah," tambah Seala.

Setelah tiba di Palmerah, kedua pelaku melanjutkan perjalanan menuju Bendungan Hilir (Benhil). Di Benhil, mereka menemukan lahan kosong di sisi jalan dan mengubur anaknya menggunakan kantong kresek. "Untuk anaknya saat ini jenazahnya sedang diautopsi di Rumah Sakit Kramat Jati oleh dokter forensik," jelas Seala.

Motif Ekonomi di Balik Tindakan Kejam

Setelah menerima laporan, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku. Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa tindakan pembunuhan ini diduga dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi. "Itu kejadiannya itu motif karena ekonomi, mereka tidak mampu. Akhirnya dari dua bersaudara ini, yang paling kecil lah dibunuh oleh kedua orang tuanya," ucap Seala.

Seala juga menyampaikan bahwa untuk kakak SF yang berusia tiga tahun, pihak kecamatan telah memberikan bantuan. "Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Camat untuk sementara dirawat di Dinsos," imbuhnya.

// Artikel Terkait