Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau dan mencatat peningkatan jumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Peningkatan yang paling signifikan terjadi di Kalimantan Barat, di mana jumlah hotspot meningkat drastis.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa dalam satu hari terakhir, jumlah hotspot di Kalimantan Barat bertambah hingga 3.553 titik, sehingga total hotspot di wilayah tersebut mencapai 7.377 titik. Sementara itu, Kalimantan Tengah tercatat memiliki 5.244 titik dan Kalimantan Selatan 504 titik.
Peningkatan Titik Api di Tiga Provinsi
Dalam konferensi pers yang berlangsung secara daring pada Senin (31/8/2026), Berton menyatakan, "Di Kalimantan Barat signifikan pertambahan, di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah relatif menurun." Meskipun demikian, jumlah titik api (firespot) di ketiga provinsi tersebut tetap mengalami penambahan. Saat ini, Kalimantan Barat memiliki 104 titik api, Kalimantan Tengah 72 titik, dan Kalimantan Selatan 55 titik.
Kualitas Udara yang Buruk
Jarak pandang di ketiga provinsi tersebut kini berada di bawah 1 hingga 2 kilometer. Pada Sabtu (29/8), pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan bahwa kualitas udara di beberapa area permukiman di Kota Jambi tergolong tidak sehat. Tim Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, bersama dengan TNI/Polri dan tim gabungan lainnya, masih berupaya memadamkan kebakaran di sejumlah titik, terutama di lahan gambut di Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur.