Pemerintah Kota Jakarta Timur tengah menghadapi masalah serius terkait pencurian lampu penerangan jalan umum (PJU) serta komponen panel listrik di area tersebut, khususnya di sepanjang Banjir Kanal Timur. Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, menjelaskan bahwa pencurian sering terjadi di lokasi yang minim permukiman penduduk.
Peningkatan Pengawasan Malam Hari
Benhard menyatakan bahwa pihaknya sering menemukan banyak lampu jalan yang tidak menyala di kawasan-kawasan tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur telah memutuskan untuk meningkatkan pengawasan terhadap aset penerangan jalan, terutama pada malam hari. "Seluruh personel Pasukan Kuning diminta meningkatkan pengawasan, khususnya pada malam hari sambil melakukan pemantauan terhadap lampu PJU yang padam," ungkapnya.
Dalam upaya memperkuat pengamanan, Sudin Bina Marga Jakarta Timur berencana bekerja sama dengan pemerintah setempat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka akan mengirimkan surat kepada Wali Kota Jakarta Timur dan Satpol PP untuk meminta dukungan dalam meningkatkan pengawasan di titik-titik yang dianggap rawan pencurian.
Dampak Pencurian Terhadap Masyarakat
Benhard berharap kolaborasi ini dapat mengurangi ruang gerak pelaku pencurian dan memastikan aset pemerintah tetap aman serta berfungsi dengan baik. "Adanya bantuan dari unsur kelurahan, kecamatan, dan Satpol PP, diharapkan pengawasan di lapangan semakin kuat sehingga petugas lebih semangat dan merasa mendapat dukungan dari unit terkait," tambahnya.
Dia juga telah memberikan arahan khusus kepada petugas agar lebih optimal dalam menjaga sarana dan prasarana PJU. "Kami telah mengumpulkan mereka di Gudang Sudin Bina Marga pada akhir pekan lalu. Mereka diberikan motivasi dan edukasi agar lebih optimal dalam melakukan pengawasan di lapangan," jelas Benhard.
Menurutnya, pencurian komponen PJU tidak hanya merugikan pemerintah dari segi anggaran, tetapi juga berdampak pada keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan. Lampu jalan yang padam dapat membuat beberapa ruas jalan menjadi gelap, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal.
Dia berharap bahwa pengawasan dan dukungan dari berbagai instansi dapat menekan angka pencurian lampu jalan dan komponen panel listrik, sehingga pelayanan penerangan jalan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. Sebelumnya, Sudin Bina Marga Jakarta Timur telah memastikan bahwa 50 lampu PJU di Jalan Pemuda, Rawamangun, yang dicuri, telah berhasil diperbaiki dan kembali menyala.
Kepala Seksi Prasarana Sarana Utilitas Kota dan Penerangan Jalan Umum Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Yanuar Ikhsan, menyatakan bahwa perbaikan dilakukan setelah pencurian panel listrik yang membuat lampu jalan di kawasan tersebut padam. "Kami bergerak cepat melakukan perbaikan lampu PJU di Jalan Pemuda sejak Jumat," katanya. Pada saat itu, sebanyak 50 lampu PJU berkekuatan 90 watt dan 120 watt mengalami kerusakan, yang menyebabkan jalan tersebut gelap pada malam hari dan mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.