Sunday, 02 August 2026
Hukum & Kriminal

Terungkapnya Kasus Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya

Kasus penculikan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, akhirnya terungkap. Polisi menyatakan bahwa pelaku penculikan merupakan orang yang disuruh oleh ibunya sendiri.

F
Farhan Hakim
01 August 2026 15 pembaca
Misteri penculikan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, terjawab sudah. (Tangkapan layar instagram @jesswijgolf)
Misteri penculikan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, terjawab sudah. (Tangkapan layar instagram @jesswijgolf)

Misteri seputar penculikan Jesslyn Wijaya Lay, seorang atlet golf putri, kini telah terpecahkan. Kepolisian mengungkap bahwa para pelaku yang terlibat dalam penculikan tersebut merupakan orang yang diperintahkan oleh ibu dari korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa tindakan penculikan terjadi saat Jesslyn sedang merayakan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di Jakarta Pusat. "Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh," ungkap Roby di Polda Metro Jaya pada hari Jumat, 31 Juli.

Proses Penculikan dan Pelarian ke Luar Negeri

Setelah berhasil diculik, Jesslyn dan ibunya langsung terbang ke Bangkok, Thailand. Roby menyebutkan, "Jesslyn kami dapat informasi dia mulai dari TKP, terus kemudian ke Semarang. Kemudian naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, lanjut ke Bangkok. Itu bersama dengan ibunya dan tantenya."

Menurut hasil pemeriksaan, penculikan ini terjadi atas perintah ibunya yang tidak setuju dengan hubungan Jesslyn bersama pacarnya. "Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya," tambah Roby.

Upaya Polisi untuk Mengklarifikasi Situasi

Pihak kepolisian saat ini masih berusaha untuk berkomunikasi dengan Jesslyn. Hal ini penting untuk memastikan apakah kepergiannya merupakan keputusan pribadi atau benar-benar merupakan penculikan. "Ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jesslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya," jelas Roby.

Kejadian penculikan ini berlangsung pada malam hari, tepatnya pada Senin, 13 Juli, sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, saat Jesslyn merayakan ulang tahun neneknya. Menurut kuasa hukum keluarga, Andi Darti, saat acara dimulai, Jesslyn tiba-tiba ditutup matanya dan diangkat oleh dua pria bertubuh besar ke dalam mobil berwarna hitam. "Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ujarnya.

Peristiwa ini dilaporkan kepada Polres Metro Jakarta Pusat dan terdaftar dengan nomor laporan LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Meskipun pelapor yang berinisial NA, seorang teman Jesslyn, telah mengajukan pencabutan laporan, proses penyelidikan oleh polisi tetap berlanjut.

// Artikel Terkait