Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah, berpartisipasi dalam KTT ASEAN ke-48 yang berlangsung di Filipina. Berbeda dengan pemimpin negara lainnya, Bolkiah memilih untuk menerbangkan sendiri pesawat yang membawanya ke lokasi acara.
Menurut laporan dari Cebu Daily News pada Kamis (7/5/2026), Bolkiah mendarat di Pangkalan Udara Mactan-Benito N. Ebuen, Filipina, pada malam hari Rabu (6/5) waktu setempat. Dalam momen tersebut, ia terlihat duduk di kursi kokpit pesawat, sementara di belakangnya, anaknya, Pangeran Abdul Mateen, menemani perjalanan tersebut.
Setelah mendarat, keduanya disambut oleh Rex Gatchalian, Sekretaris Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan, serta Gubernur Cebu, Pamela Baricuatro, dan Walikota Lapu-Lapu City, Cynthia King-Chan. KTT ASEAN ke-48 diselenggarakan di Kota Cebu, dengan acara utama berlangsung di Mactan, Lapu-Lapu City. Semua pemimpin negara anggota ASEAN diharapkan hadir, kecuali Myanmar yang diwakili oleh Sekretaris Tetap Luar Negerinya.
Pengalaman Sebelumnya Menerbangkan Pesawat Sendiri
Ini bukan kali pertama Sultan Bolkiah mengemudikan pesawat pribadinya untuk menghadiri acara kenegaraan. Pada tahun 2013, ia juga pernah menerbangkan pesawatnya ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden Barack Obama.
Pertemuan tersebut berlangsung pada 12 Maret 2013 di Gedung Putih. Dalam laporan yang diturunkan oleh Washington Post, Obama menyatakan bahwa ia siap menghadiri KTT ASEAN di Brunei pada Oktober 2013. Dalam pernyataannya, Obama mengungkapkan kesiapannya untuk membahas isu-isu penting seperti perdagangan, energi, dan perubahan iklim.
Komentar Obama Mengenai Sultan Brunei
Obama menjelaskan, "Dia (Sultan Brunei) sendiri kemarin telah ke AS dengan menerbangkan sendiri pesawat 747 miliknya. Saya pikir hanya dia sendiri sang kepala negara yang menerbangkan pesawat kenegaraannya. Nanti jika memang Air Force One mengalami masalah, saya tahu harus berkonsultasi ke mana."