Jakarta - Bestari Barus, Ketua DPP PSI, memberikan respon terhadap pernyataan Jubir Wapres ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, yang disampaikan oleh Husain Abdullah. Ia berharap pengunduran diri Ade Armando dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. Bestari juga menyoroti hubungan baik antara PSI dan JK.
Bestari setuju dengan pandangan Husain Abdullah dan menegaskan bahwa setiap pernyataan yang disampaikan merupakan pelajaran berharga. "Semuanya kita belajar, bahkan belajar itu dari buaian sampai ke liang lahat, kan begitu. Nah itu makna daripada yang dia sampaikan ya saya menangkapnya ya belajar bagi semua pihak itu menjadi pembelajaran apa pun yang sedang kita alami hari ini semua menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Saya kira itu, tidak ada yang tidak ada saya tidak melihat ada tendensi apa-apa," ujarnya saat dihubungi pada Kamis (7/5/2026).
Posisi PSI Terkait Ade Armando
Bestari juga menegaskan bahwa PSI tidak lagi dalam posisi untuk menjelaskan tindakan Ade Armando yang berkaitan dengan isu SARA. Ia menekankan bahwa dampak dari tindakan tersebut tidak dapat lagi ditarik ke dalam PSI. "PSI tidak lagi dalam posisi harus menjelaskan apa yang menjadi tanggung jawab orang perorangan gitu ya. Ya kalau setelah Bung Ade itu mengundurkan diri dari PSI sebagai anggota maupun kader, kan sudah ada pernyataan jelas bahwa beliau itu memahami dampak besar itu ditarik-tarik ke PSI," jelasnya.
Ia menambahkan, "Lalu setelah mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab secara pribadi, mempertanggungjawabkan itu, nah jadi PSI tidak dalam posisi lagi untuk menanggapi-nanggapi atau apa gitu lho."
Hubungan PSI dan Jusuf Kalla
Selanjutnya, Bestari mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan yang rusak antara PSI dan JK. Ia juga mengingatkan bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pernah berpasangan dengan JK. "PSI bahkan belum pernah bersentuhan secara langsung ya dengan Pak JK. Saya kira tidak ada hubungan yang rusak antara PSI dengan Pak JK. Ketua Harian kami (Ahmad Ali) bersahabat dengan Pak JK. Pak Jokowi juga pernah bersama-sama dengan Pak JK itu selama lima tahun sebagai Presiden dan Wakil Presiden dan dalam perjalanan itu baik-baik saja," tuturnya.
Bestari menekankan bahwa situasi yang terjadi belakangan ini tidak ada hubungannya dengan hubungan antara PSI dan JK. "Nggak ada konfrontasi apa pun yang bisa dikait-kaitkan kemudian apakah ini karena ada hubungan yang kurang harmonis antara PSI dengan Pak JK. Apalah PSI ini partai kecil-kecil aja, kalau Pak JK itu orang besar. Mana masa Pak JK kemudian bermasalah sama PSI, tidaklah," tambahnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tindakan Ade Armando dan rekan-rekannya tidak ada kaitannya dengan PSI. "Kalau masalah mengenai adanya hal-hal yang terkait oknum-oknum tertentu atau orang-orang tertentu atau pribadi-pribadi tertentu saya kira itu urusan pribadi yang tidak bisa dikaitkan langsung kepada PSI atau menjadi kebijakan PSI," imbuhnya.
Pernyataan Jubir JK juga menyebutkan bahwa Ade Armando memutuskan untuk mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah adanya laporan terhadapnya ke polisi oleh 40 organisasi masyarakat Islam terkait dugaan pemotongan ceramah Wapres RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Husain Abdullah berharap persoalan ini menjadi pelajaran bagi semua pihak.
Husain menjelaskan bahwa pengunduran diri Ade Armando merupakan urusan internal partai. "Kalau soal pengunduran diri Ade Armando dari partainya, itu masuk ranah internal beliau. Yang konon karena tidak mau partainya disangkut pautkan," ungkapnya saat dihubungi pada Rabu (6/5).
Ia berharap situasi ini menjadi pelajaran bagi semua orang, bukan hanya Ade Armando. "Karena itu ini pelajaran buat siapapun. Bukan hanya kepada Ade Armando. Bahwa praktik-praktik pembohongan publik seperti itu yang menyerupai praktik agitasi dan propaganda yang bertujuan menggiring opini sesat, untuk pembunuhan karakter terhadap seseorang, hendaknya dihentikan," tutupnya.