Jakarta, CNN Indonesia -- Roy Suryo, yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo, menginginkan agar Jokowi hadir secara langsung di persidangan. Ia menegaskan bahwa kehadiran Jokowi tidak boleh dilakukan melalui aplikasi telekonferensi seperti Zoom.
Dalam acara Head to Head di CNN Indonesia pada Rabu malam (1/7), Roy menyatakan, "Jokowi ya jangan pakai zoom ya, harus datang langsung." Ia berpendapat bahwa sangat mungkin bagi Jokowi untuk hadir di persidangan, mengingat jadwal persidangan untuk dirinya dan Dokter Tifa tidak bersamaan.
Pernyataan Roy Suryo tentang Barang Bukti
Roy juga menekankan bahwa Jokowi tidak boleh absen pada dua kali persidangan. Ia mengungkapkan telah melihat beberapa barang bukti yang akan ditampilkan di pengadilan, termasuk sebuah mesin ketik. Menurutnya, Jokowi kemungkinan akan mengklaim mesin ketik tersebut sebagai alat yang digunakannya saat menyusun skripsi. "Buktikan, praktikkan, nanti kita akan lihat Jokowi ngetik dengan mesin ketik itu," ujarnya.
Kepastian Kehadiran Jokowi
Sementara itu, Firman Pangaribuan, kuasa hukum Jokowi, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa Jokowi akan hadir di persidangan. Namun, ia tidak dapat memastikan apakah Jokowi akan datang dua kali atau hanya sekali. "Yang pasti bapak akan hadir," kata Firman.
Kasus yang melibatkan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait keaslian ijazah Jokowi kini telah memasuki tahap persidangan. Sidang perdana untuk Dokter Tifa dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (2/7), dengan Ketua Majelis Hakim Christina Endarwati memimpin persidangan. Sementara itu, proses persidangan untuk Roy Suryo masih menunggu hasil dari praperadilan yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.