Pusat Studi Kepolisian berkomitmen untuk mengembangkan tradisi akademik di dalam institusi Polri. Sejak diresmikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. pada tanggal 10 Maret 2026, ekosistem akademik kepolisian tidak hanya aktif melalui diskusi, seminar, dan penelitian, tetapi juga menghasilkan karya-karya literasi yang dapat dijadikan referensi dalam pengembangan ilmu dan praktik kepolisian.
Sebanyak 48 buku telah diterbitkan sebagai bagian dari kontribusi Pusat Studi Kepolisian dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Buku-buku ini mencakup beragam bidang, termasuk ilmu kepolisian, hukum, kriminologi, keamanan, pemolisian masyarakat, sumber daya manusia, teknologi, digital policing, serta isu-isu sosial dan pembangunan nasional.
Bedah Buku oleh Para Ahli
Beberapa buku yang diterbitkan telah dibedah oleh para akademisi dan ahli dalam berbagai forum ilmiah. Kegiatan bedah buku ini menjadi sarana untuk menguji ide-ide, memperluas perspektif, dan mengaitkan isi buku dengan kebutuhan pengembangan organisasi serta praktik kepolisian di lapangan. Di antara buku-buku yang telah dibedah adalah karya-karya Wakapolri, seperti "Teknologi Kepolisian: Automasi dalam Dinamika Keamanan Modern", "Rasa Bhayangkara Nusantara: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital: Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO", "Rekrutmen, Meritokrasi & Teknologi", "Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital", dan "Mengawal Pangan Menuai Aman". Buku terakhir merupakan kolaborasi antara Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si., dan Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si.
Tradisi Akademik yang Berkelanjutan
Kehadiran buku-buku ini, ditambah dengan analisis kritis dari para ahli dan akademisi, menunjukkan bahwa tradisi akademik di tubuh Polri diarahkan untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat diakses, dikaji, diuji, dan dimanfaatkan. Pusat Studi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai jembatan antara masalah yang dihadapi di lapangan dan kajian ilmiah yang dapat memberikan rekomendasi bagi organisasi.