Wednesday, 26 August 2026
Peristiwa

Projo Berikan Penjelasan Terkait Pernyataan Budi Arie Mengenai 'Percepatan Politik'

Sekretaris Jenderal DPP Projo, Freddy Alex Damanik, menjelaskan bahwa pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai 'percepatan politik' merupakan bagian dari diskusi internal dan bukan sik...

P
Putri Ayunda Lestari
25 August 2026 21 pembaca
Foto: Republika
Foto: Republika

JAKARTA — Sekretaris Jenderal DPP Projo, Freddy Alex Damanik, menegaskan bahwa pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang menjadi viral terkait kemungkinan terjadinya 'percepatan politik' sebelum tahun 2029 adalah hasil dari diskusi internal dengan relawan dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Freddy menjelaskan bahwa pandangan tersebut merupakan pendapat pribadi Budi Arie dan bukan merupakan langkah atau sikap resmi dari Projo.

Pertemuan Rutin dengan Relawan

Freddy menambahkan bahwa pernyataan Budi Arie tidak bisa dipisahkan dari konteks pertemuan rutin yang diadakan setiap tiga bulan antara Jokowi dan para relawan. Dalam pertemuan tersebut, relawan diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai berbagai isu kebangsaan. "Jadi kan pertemuan Pak Jokowi dengan relawan itu rutin, disepakati memang sekali tiga bulan. Nah, jadi ya persis seperti di rilis itu, kali ini temanya ya karena dalam bulan kemerdekaan," ujar Freddy.

Ia menjelaskan bahwa dalam forum tersebut, para relawan terlebih dahulu menyampaikan pandangan mereka, sebelum Jokowi memberikan tanggapan setelah semua peserta berbicara. "Nanti terakhir Pak Jokowi baru menyampaikan, setelah relawan-relawan semua bicara baru dia menanggapi, kasih pernyataan. Begitu konteks pertemuannya itu seperti itu," jelasnya.

Pernyataan Pribadi dan Dinamika Politik

Freddy menegaskan bahwa pernyataan Budi Arie yang menjadi perhatian publik adalah salah satu pandangan yang muncul dalam forum tersebut. Ia menegaskan bahwa itu adalah pandangan pribadi Budi Arie, bukan keputusan resmi Projo. "Nah, itu pernyataan Budi Arie itu ya bagian dari diskusi. Itu pandangan dia melihat kondisi politik saat ini, ya kan," kata Freddy.

Freddy juga menyatakan bahwa Budi Arie merespons dinamika politik yang sedang berlangsung, termasuk berbagai aksi demonstrasi di beberapa daerah. "Nah, itu sama aja dengan pendapat atau pandangan relawan lainnya. Cuma itu yang viral ya karena Budi Arie-nya kan gitu lah," tambahnya.

Lebih lanjut, Freddy membantah anggapan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan percepatan politik merupakan tanda adanya manuver politik dari Projo atau relawan Jokowi. Ia menjelaskan bahwa Budi Arie hanya mengajak relawan untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan jika terjadi perubahan situasi politik di luar skenario normal Pemilu 2029. "Pandangan pribadi. Jadi setiap orang berhak bicara di situ, kasih masukan," tegasnya.

Freddy juga menyampaikan bahwa Budi Arie mengajak relawan untuk tidak hanya berpikir normatif mengenai agenda politik 2029, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan situasi. "Coba kita pikirkan bagaimana kalau terjadi percepatan dengan situasi saat ini. Kita harus selalu juga memikirkan atau siap-siap jika terjadi situasi-situasi seperti itu," ujarnya.

Freddy mengacu pada istilah "patahan sejarah" yang digunakan Budi Arie sebagai bagian dari diskusi mengenai kemungkinan perubahan situasi politik. "Bukan maksudnya apa namanya relawan atau pendukung Pak Jokowi atau Projo apa namanya seperti narasi-narasi yang menyesatkan itu, apa namanya memprovokasi untuk terjadinya percepatan itu, bukan. Cuma mengajak berpikir kalau terjadi percepatan itu bagaimana, ayo kita pikirkan itu bersama-sama," jelas Freddy.

Di tengah isu ini, Freddy memastikan bahwa sikap politik resmi Projo terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tetap tidak berubah.

// Artikel Terkait