s);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-V5JDWN1R81');
🔴 Breaking
Peristiwa

Presiden Myanmar Perintahkan Aung San Suu Kyi Ditempatkan di Tahanan Rumah

Presiden Myanmar, Min Aung Hlaing, memutuskan untuk menempatkan Aung San Suu Kyi dalam tahanan rumah, lima tahun setelah ia ditahan akibat kudeta militer. Keputusan ini menimbulkan spekulasi mengenai...

Daniel Saputra

Penulis

01 May 2026
5 kali dibaca
Presiden Myanmar Perintahkan Aung San Suu Kyi Ditempatkan di Tahanan Rumah
Aung San Suu Kyi. (DW News)

Jakarta - Presiden Myanmar, Min Aung Hlaing, yang sebelumnya memimpin junta militer, telah memerintahkan mantan pemimpin Aung San Suu Kyi untuk menjalani tahanan rumah. Keputusan ini diambil lima tahun setelah Suu Kyi ditangkap dalam kudeta yang terjadi pada tahun 2021.

Menurut laporan AFP pada Jumat (1/5/2026), pernyataan dari kantor Min Aung Hlaing menyebutkan bahwa hukuman Suu Kyi, yang kini berusia 80 tahun, telah "dikurangi" dan akan dijalani di kediaman yang ditentukan. Namun, lokasi pasti di mana Suu Kyi akan dipindahkan belum diumumkan. Sumber senior dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang telah dibubarkan menyebutkan bahwa ada kemungkinan ia akan diasingkan ke sebuah alamat di ibu kota Naypyidaw, meskipun rincian lebih lanjut tidak diketahui.

Pernyataan resmi tersebut juga tidak mengungkapkan berapa lama sisa hukuman yang harus dijalani oleh Suu Kyi. Sejak kudeta, Min Aung Hlaing telah menahan Suu Kyi dengan berbagai tuduhan yang dianggap oleh kelompok hak asasi manusia sebagai rekayasa untuk mengeluarkannya dari kekuasaan. Tindakan ini telah memicu konflik bersenjata yang meluas, mengakibatkan ribuan korban jiwa dan jutaan orang mengungsi di negara dengan populasi sekitar 50 juta jiwa ini.

Baru-baru ini, Min Aung Hlaing mengubah gelar militernya menjadi presiden sipil setelah terpilih melalui pemilihan yang sangat dikontrol, di mana NLD dikecualikan. Protes atau kritik terhadap pemilihan tersebut dapat berujung pada hukuman penjara hingga sepuluh tahun, dan pemungutan suara tidak dilaksanakan di wilayah yang dikuasai oleh pemberontak. Pengamat demokrasi menilai proses pemilihan tersebut sebagai upaya untuk memperbaiki citra pemerintahan militer yang telah memerintah Myanmar selama sebagian besar sejarah pasca-kemerdekaan.

Min Aung Hlaing juga melakukan beberapa pencabutan pembatasan yang diberlakukan setelah kudeta, serta memberikan amnesti kepada tahanan, yang dianggap oleh para analis sebagai langkah untuk memperbaiki reputasi kepemimpinan. Dalam pernyataannya, putra Suu Kyi, Kim Aris, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan usaha untuk melegitimasi diri mereka di mata internasional. Ia berharap jika Suu Kyi benar-benar dipindahkan ke tahanan rumah, ia akan diizinkan untuk berkomunikasi dengan keluarganya dan pengacaranya. Namun, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak ada komunikasi yang diterima.

Suu Kyi tetap memiliki popularitas yang tinggi di Myanmar, meskipun ia terisolasi dan keluarganya mengkhawatirkan kondisi kesehatannya yang semakin memburuk. Dalam salah satu langkah pertamanya sebagai presiden sipil, Min Aung Hlaing juga memberikan pengampunan kepada Win Myint, ajudan utama Suu Kyi yang menjabat sebagai presiden seremonial.

Artikel Terkait