Saturday, 11 July 2026
Peristiwa

Prabowo Umumkan Peluncuran Biodiesel B50, Indonesia Dapat Hemat Rp 170 Triliun

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa penerapan biodiesel B50 dapat menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun setiap tahun, yang merupakan hasil dari kolaborasi berbagai kementerian.

M
Maria Angelica
10 July 2026 28 pembaca
Foto: Republika/Prayogi
Foto: Republika/Prayogi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa penerapan biodiesel B50 secara mandatori akan memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan ekonomi nasional. Ia memperkirakan bahwa negara dapat menghemat devisa hingga ratusan triliun atau sekitar 10 miliar dolar AS setiap tahunnya.

Prabowo menjelaskan bahwa penghematan tersebut merupakan hasil dari upaya berbagai kementerian dalam mendorong pemanfaatan energi yang berbasis pada sumber daya alam yang ada di Indonesia. "Kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar Rp 170 triliun. 10 miliar dolar (AS) kita hemat," ungkapnya saat peluncuran Mandatori Biodiesel B50 yang berlangsung di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026.

Strategi Penguatan Energi Nasional

Menurut Prabowo, penghematan yang dihasilkan dari program mandatori biodiesel B50 merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya untuk melakukan efisiensi di sektor lain, termasuk dalam pemberantasan penyelundupan komoditas seperti timah, yang diperkirakan dapat menghemat devisa negara hingga 2-3 miliar dolar AS.

"Kita hemat di sini 10 miliar dolar (mandatori B50), nanti kita hemat di beberapa tempat. Penyelundupan timah, kita hemat 2-3 miliar dolar, dan sebagainya," kata Prabowo. Ia menekankan bahwa berbagai langkah efisiensi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional serta meningkatkan ketahanan energi, sehingga kekayaan alam Indonesia dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi kesejahteraan rakyat.

Manfaat Ekonomi dari Program B50

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga menyampaikan bahwa penerapan biodiesel B50 dapat menghemat devisa negara dengan mengurangi kebutuhan impor solar. Penghematan tersebut meningkat dari kebijakan mandatori B40 yang sebelumnya dapat menghemat devisa sebesar Rp 133,3 triliun. Selain itu, program B50 diperkirakan akan meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO) dari Rp 20,92 triliun menjadi sekitar Rp 23,49 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO2 pada tahun 2026.

// Artikel Terkait